Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Menjaga Spirit Saudagar Tangguh untuk Ekonomi yang Tumbuh

Tema tahun ini, “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, lahir dari kesadaran bersama bahwa tantangan ekonomi global kian kompleks.

Tayang:
dok pribadi
OPINI - Bahrul Ulum Ilham, Dosen ITB Nobel Indonesia Makassar. 

Oleh: Bahrul Ulum Ilham
Dosen ITB Nobel Indonesia Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI akan kembali digelar pada tanggal 25–26 Maret 2026 di Hotel Claro Makassar.

Mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, acara silaturahmi tahunan ini dijadwalkan akan dihadiri oleh ribuan saudagar Bugis-Makassar dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari mancanegara.

Sejak pertama kali digagas oleh HM Jusuf Kalla pada tahun 1994, PSBM telah menjadi lebih dari sekadar ajang temu kangen.

Ia menjelma menjadi konsolidasi ekonomi yang memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi salah satu penggerak semangat kewirausahaan di tingkat nasional.

Tema tahun ini, “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, lahir dari kesadaran bersama bahwa tantangan ekonomi global kian kompleks.

Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta percepatan transformasi digital menuntut para saudagar untuk tidak hanya kuat, tetapi juga tangguh, mampu beradaptasi, berinovasi, dan tetap tegak dalam menghadapi badai.

PSBM XXVI hadir sebagai ruang strategis bagi para saudagar untuk memperkuat jejaring ekonomi, berbagi strategi bertahan di tengah tekanan ekonomi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam membangun daerah.

Dalam setiap kesempatan, Pak JK, selaku mentor para saudagar, terus mengingatkan pentingnya menjaga semangat (spirit) kewirausahaan.

Semangat inilah yang menjadi modal utama untuk terus berprestasi, sekaligus menjadi fondasi bagi regenerasi pengusaha.

Spirit wirausaha yang dimaksud bukan sekadar gigih mencari keuntungan.

Ia bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar kuat dalam diri masyarakat Bugis-Makassar, seperti siri’ na pacce, sebuah prinsip yang menjaga harga diri, membangun solidaritas, dan menumbuhkan ketangguhan dalam setiap langkah.

Tak heran, para passompe’ atau diaspora Sulawesi Selatan dikenal luas sebagai perantau yang sukses, karena mereka memandang setiap tempat yang didiami sebagai tanah titipan Tuhan yang harus dibangun dengan sepenuh hati.

Istilah “saudagar” sendiri mengandung makna yang mendalam. Berasal dari bahasa Sanskerta, Sau berarti seribu dan dagar berarti akal.

Saudagar adalah mereka yang memiliki seribu akal, cermat membaca peluang, cerdik mengelola tantangan, dan pandai membangun relasi bisnis.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved