Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Mengapa Konflik Iran Bisa Menaikkan Harga Energi Indonesia?

Biaya logistik bisa naik, distribusi barang menjadi lebih mahal, dan pada akhirnya masyarakat yang merasakan efeknya.

Tayang:
Tribun-timur.com
OPINI - Hendra Pachri, Dosen Teknik Geologi Universitas Hasanuddin 

Oleh: Hendra Pachri
Dosen Teknik Geologi Universitas Hasanuddin

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketika konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas, banyak orang mungkin menganggap peristiwa itu terlalu jauh dari kehidupan sehari-hari kita di Indonesia.

Jaraknya ribuan kilometer, aktornya negara besar, dan isunya terdengar kompleks.

Namun, dalam praktiknya, dampaknya bisa kita rasakan langsung, bahkan hingga ke harga bahan bakar dan biaya hidup sehari-hari.

Kenaikan harga minyak dunia hampir selalu mengikuti eskalasi konflik di Timur Tengah.

Kita mungkin tidak langsung mengaitkannya, tetapi ketika ongkos transportasi naik, harga kebutuhan pokok ikut bergerak, dan daya beli masyarakat terasa tertekan, di situlah dampak global itu menjadi nyata.

Pertanyaannya, mengapa kawasan yang jauh bisa sedemikian besar pengaruhnya terhadap kita?

Jawabannya tidak hanya terletak pada politik, tetapi juga pada geologi.

Sebagai seorang yang berkecimpung dalam ilmu geologi, saya melihat bahwa Timur Tengah memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki banyak wilayah lain di dunia.

Kawasan ini merupakan salah satu daerah dengan cadangan minyak dan gas terbesar, dan itu bukan kebetulan.

Semua berawal dari proses alam yang berlangsung sangat lama dan jutaan tahun.

Iran, misalnya, berada pada zona Zagros Fold Belt, hasil tumbukan dua lempeng besar, yaitu Lempeng Arab dan Eurasia.

Proses ini membentuk lipatan-lipatan batuan yang sangat ideal sebagai tempat terperangkapnya minyak dan gas.

Struktur seperti ini dalam geologi dikenal sebagai perangkap hidrokarbon, dan di Timur Tengah, skalanya sangat besar.

Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa kawasan Teluk Persia merupakan salah satu sistem petroleum paling produktif di dunia
(Alsharhan "Nairn, 2003; Stern" Johnson, 2010).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved