Opini
Mengapa Konflik Iran Bisa Menaikkan Harga Energi Indonesia?
Biaya logistik bisa naik, distribusi barang menjadi lebih mahal, dan pada akhirnya masyarakat yang merasakan efeknya.
Artinya, sejak lama kawasan ini memang menjadi “lumbung energi” global.
Namun persoalan tidak hanya berhenti pada keberadaan sumber daya.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana sumber daya itu didistribusikan.
Di sinilah Selat Hormuz memainkan peran kunci.
Jalur laut yang relatif sempit ini menjadi pintu utama bagi ekspor minyak dari Timur Tengah ke berbagai belahan dunia.
Sekitar 20 persen minyak dunia melewati jalur ini setiap hari (U.S. EIA, 2023).
Bayangkan jika jalur ini terganggu, bahkan dalam waktu singkat.
Pasar energi global langsung bereaksi.
Harga minyak naik, dan dampaknya menjalar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dalam kajian geopolitik energi, kondisi seperti ini sering disebut sebagai resource geopolitics, yakni bagaimana negara-negara berupaya mengamankan akses terhadap sumber daya penting (Klare, 2012).
Jadi, konflik yang kita lihat dipermukaan sering kali berkaitan erat dengan kepentingan terhadap energi.
Bagi Indonesia, dampaknya bukan sesuatu yang abstrak.
Ketika harga minyak dunia meningkat, pemerintah harus menyesuaikan kebijakan energi.
Biaya logistik bisa naik, distribusi barang menjadi lebih mahal, dan pada akhirnya masyarakat yang merasakan efeknya.
Di Sulawesi Selatan, dampak ini bisa terlihat pada biaya transportasi hasil pertanian, distribusi kebutuhan pokok, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Hendra-Pachri-2026.jpg)