Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Idul Fitri Jalan Tengah Kehidupan

Petunjuk dari Allah ini adalah jalan terbaik bagi manusia untuk tidak berdebat dengan keterbatasannya

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
2026-03-20-A. Rahman Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Sulawesi Selatan periode 2005-2007 

Oleh: A. Rahman

Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Sulawesi Selatan periode 2005-2007

TRIBUN-TIMUR.COM - Penentuan awal bulan Ramadan dan masuknya 1 Syawal ditandai dengan kemunculan hilal, yang merupakan titik tengah peralihan dari satu bulan ke bulan berikutnya.

Hal ini adalah petunjuk dari Allah Subhanahu wa ta'ala bahwa titik tengah merupakan posisi yang paling penting dalam pergerakan kehidupan sebagai momentum untuk memulai, menjalani, dan mengakhiri.

Sedemikian pentingnya titik koordinat kebenaran yang datangnya dari Allah, sehingga dalam situasi yang sulit bagi manusia untuk mendapatkannya, Allah Subhanahu wa ta'ala memberi solusi teknis.

Jika manusia belum menyaksikan hilal, maka bilangan bulan dicukupkan.

Petunjuk dari Allah ini adalah jalan terbaik bagi manusia untuk tidak berdebat dengan keterbatasannya.

Melainkan segera mengikuti petunjuk-Nya, sekaligus isyarat bahwa di ujung keterbatasan dalam menyelesaikan masalah terdapat solusi yang Allah berikan.

Ramadan adalah poros tengah lahir dan batin yang mengajarkan manusia untuk berada di titik tengah kehidupannya, sehingga dapat melihat permasalahan dengan jernih dan mencari jalan keluar terbaik.

Ketika manusia menyaksikan hilal sebagai tanda masuknya Ramadan, hal itu menjadi isyarat bahwa kebenaran datangnya dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

Maka berlakulah perintah untuk menjalankan ibadah puasa, yakni manusia diajarkan untuk menjadi penengah antara unsur jasmani dan rohani di dalam dirinya.

Sehari penuh manusia menahan diri dari unsur penciptaannya yang ada di langit dan di bumi sebagai isyarat bahwa untuk mendapatkan kejelasan dan penjelasan tentang pengakuan dan kesaksian bahwa Allah adalah Tuhan, manusia dituntun untuk menemukan titik tengah pertemuan dan perpisahan unsur jasmani dan rohani di dalam dirinya.

Hal ini merupakan kebenaran dari Allah Subhanahu wa ta'ala, yakni kelahiran manusia atas kesaksiannya dan kematian sebagai pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Ibadah puasa selama sebulan penuh mengajarkan manusia tentang titik tengah perpisahan unsur jasmani dan rohani pada saat imsak, secara berulang-ulang setiap hari tepat pada waktunya.

Hal ini menjadi isyarat tentang kemampuan manusia, setara dengan haknya untuk menahan diri, serta memberikan pelajaran untuk menemukan petunjuk dan hidayah di dalam setiap perintah Allah Subhanahu wa ta'ala.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved