Kolom Teropong
Serakah: Ketika Kekuasaan Kehilangan Nurani
Salah satu penyebab kerusakan dan kehancuran di muka bumi ini karena sikap serakah.
Lengkap sudah wakil rakyat kita.
Penjara memang tidak pernah merasa jenuh menerima penghuni baru.
Penjara tempat berkumpulnya para penjahat dan perusak negara.
Mulai dari pencuri kelas recehan hingga penjahat besar dalam jumlah triliunan.
Para pembunuh hingga orang yang ‘terkurung’ akibat kesalahan Aparat Penegak Hukum turut meramaikan isi penjara.
Kelompok yang juga rentan terhadap pelanggaran hukum adalah kalangan yudikatif.
Hakim sebagai pengadil banyak yang berlaku curang dalam memilih pasal-pasal hukum yang akan ditetapkan.
Begitu pula jaksa sebagai penuntut umum.
Terkadang antara putusan hakim dan jaksa tidak searah, padahal sama-sama berlatar belakang ilmu hukum dengan pasal-pasal yang sama.
Penafsiran hukum tergantung seberapa besar ‘taksiran’ yang dinegosiasikan.
Sedih dan miris kita melihat praktik peradilan di negeri ini.
Pengadilan hanya sebuah tempat, bukan bagaimana menciptakan keadilan berdasarkan hukum yang berlaku.
Maka tidak ada salahnya jika adagium yang berkata bahwa KUHP diberi pengertian ‘Kasi Uang Habis Perkara’.
Sorotan yang cukup tajam juga diarahkan kepada Oknum yang berseragam coklat.
Mereka yang terlibat mulai dari yang berbintang, berbunga, berbalok hingga di bawahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Gafar-Unhas.jpg)