Kolom Teropong
Em Be Ge
Keberadaan BMG mengundang sikap pro-kontra dalam masyarakat. Ada yang pro karena mendapatkan makan gratis.
Oleh: Abdul Gafar
Pendidik di Departemen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Salah satu masalah yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara terlihat dari sumber daya manusianya.
Presiden Prabowo menjadikan salah satu prioritas kerjanya adalah bagaimana meningkatkan gizi masyarakat yang dikenal dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini sesungguhya bagus, tergantung kondisi lapangan.
Dana MBG tahun 2026 cukup besar yakni berkisar Rp.335 T.
Dana ini bersumber dari sektor pendidikan sebesar Rp.223 T, dari sektor kesehatan Rp.24 T, dan sektor ekonomi sebesar Rp. 19 T.
Dana terbesar berasal dari sektor pendidikan.
Dana yang disiapkan untuk sektor Pendidikan Nasional tahun 2026 sebesar Rp. 769 T.
Setelah terpotong dana BMG tersisa Rp.546 T.
Untuk dana Kemendiktisaintik 2026 perguruan tinggi berkisar Rp.55 - 61 T.
Dana ini terbagi kedalam Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri, Beasiswa, Pembangunan dan Revitalisasi.
Dana ini terbagi ke seluruh perguruan tinggi yang jumlahnya ribuan.
Penikmat MBG berkisar 82 juta orang meliputi siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Bahkan juga dipersiapkan untuk lansia.
Untuk operasional MBG diperkirakan terdapat 33.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Gafar-78.jpg)