Mutiara Ramadhan 2026
Zikir Terintegrasi Maqasid-Based
Zikir merupakan ajaran sangat penting dalam membangun kesadaran spiritual seorang Muslim.
Oleh: Prof Dr Abd Rauf M Amin MA
Guru Besar UIN Alauddin Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Zikir merupakan ajaran sangat penting dalam membangun kesadaran spiritual seorang Muslim.
Namun dalam praktik kehidupan sehari-hari, zikir sering dipersempit hanya menjadi aktivitas lisan: membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.
Banyak orang merasa telah dekat dengan Allah hanya karena lisannya rajin berzikir.
Padahal, jika ditelaah lebih dalam, zikir dalam Islam sesungguhnya bersifat menyeluruh dan terintegrasi.
Zikir tidak hanya melibatkan lidah, tetapi juga pikiran, hati, dan organ tubuh.
Keempat dimensi ini harus berjalan bersama agar zikir benar-benar menjadi kekuatan spiritual yang hidup.
Pertama adalah zikir lidah.
Inilah bentuk zikir yang paling mudah dan paling sering dilakukan umat Islam.
Kalimat-kalimat seperti “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, dan “Allahu Akbar” menjadi bagian dari rutinitas harian.
Zikir lidah tentu memiliki nilai ibadah yang besar karena ia merupakan ungkapan pujian kepada Allah.
Namun pada hakikatnya, zikir lidah hanyalah pintu masuk menuju kesadaran yang lebih dalam.
Jika berhenti pada ucapan semata, zikir dapat berubah menjadi kebiasaan mekanis yang kehilangan makna.
Dimensi kedua adalah zikir pikiran.
Pada tahap ini, akal manusia ikut terlibat dalam mengingat Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-27-Prof-Dr-Abdul-Rauf-M-Amin-MA-Guru-Besar-UIN-Alauddin.jpg)