Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mutiara Ramadhan 2026

Perpecahan dan Mazhab Perspektif Maqasid-Based

Ia lahir dari cara pandang yang memotong realitas intelektual Islam yang panjang dan kompleks.

Tayang:
Tribun-timur.com/ist
OPINI - Prof Dr Abdul Rauf M Amin MA Guru Besar UIN Alauddin Makassar. 

Prof Dr Abd Rauf M Amin MA
Guru Besar UIN Alauddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Di tengah meningkatnya konflik antar sesama umat Islam dari perdebatan di mimbar hingga pertikaian yang berujung kekerasan, kerinduan terhadap persatuan umat sering digaungkan sebagai solusi.

Persatuan dipandang sebagai prasyarat kekuatan umat untuk menghadapi tantangan global, baik politik, ekonomi, maupun peradaban.

Namun ironisnya, dalam upaya mencari kambing hitam atas perpecahan tersebut, sebagian kalangan justru menuding mazhab dan aliran pemikiran keagamaan sebagai biang kerok.

Mereka menyerukan agar umat meninggalkan mazhab, membuangnya ke “tong sampah sejarah”, dan kembali secara langsung kepada AlQuran dan Sunnah.

Seruan ini sekilas terdengar idealis, tetapi jika dilihat dari perspektif maqasid al-shariah dan fakta sejarah, asumsi tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga ahistoris dan simplistis.

Ia lahir dari cara pandang yang memotong realitas intelektual Islam yang panjang dan kompleks.

Pertama, dari sisi sejarah.

Mazhab-mazhab fiqh tidak lahir sebagai sumber perpecahan, melainkan sebagai produk ijtihad kolektif umat Islam dalam memahami wahyu.

Justru pada masa ketika mazhab berkembang pesat, abad ketiga hingga ketujuh Hijriah, peradaban Islam mencapai puncak kejayaannya.

Dunia Islam saat itu menjadi kekuatan politik, ekonomi, militer, dan intelektual yang disegani.

Dinasti-dinasti besar seperti Abbasiyah, Seljuk, hingga Utsmaniyah hidup berdampingan dengan keragaman mazhab yang mapan.

Jika mazhab benar-benar menjadi sumber perpecahan, maka logika sejarah akan menunjukkan sebaliknya: peradaban Islam seharusnya runtuh justru ketika mazhab berkembang.

Namun fakta membuktikan hal yang berbeda.

Keragaman mazhab tidak menghalangi umat Islam untuk membangun peradaban besar yang menguasai tiga benua.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved