Opini Anshar Aminullah
Ketika Sulsel, Luwu Raya, dan Seni Mencintai Tanpa Harus Memiliki
Ada wilayah yang tidak sedang meminta dihitung, melainkan berharap didengarkan.
Yang terpenting secara eksplisit, sampaikan timelinenya, sampaikan prasyaratnya, serta sampaikan komitmen alternatif.
Jika ini mampu direspons bijak, bukan tidak mungkin justru akan menjadi momentum reformasi pembangunan yang tidak hanya menunda, atau bahkan bisa jadi mengubah arah tuntutan.
Sebab bagaimanapun juga, ketidakjelasan itu lebih menyakitkan daripada sebuah penolakan yang jujur.
Aspirasi pemekaran ini mungkin bukan tentang niatan meninggalkan Sulsel, melainkan tentang menemukan cara paling jujur untuk bertumbuh.
Barangkali sudah saatnya Sulawesi Selatan perlu menyiapkan satu opsi yang jarang dibicarakan dalam politik wilayah.
Yaitu suatu kondisi saat Sulsel diuji bukan pada seberapa kuat dia menggenggam, melainkan pada keberanian menerima satu kenyataan sederhana pada episode baru perjalanan seluruh Kabupaten/ Kota di Tanah Luwu, bahwa “cinta tidak selamanya harus saling memiliki.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/opini-anshar-anminullah.jpg)