Opini
Jenderal Marga Taufiq dan Warisan Trembesi di Mattoanging Makassar
Perkebunan eks Belanda pun dibabat dan dibangun stadion, yang kemudian dikenal dengan nama Stadion Mattoanging
Egy Massadiah dan Roso Daras
Wartawan senior dan penulis sejarah Bung Karno
RODA zaman berputar.
Syahdan, setelah Indonesia merdeka, Makassar menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-4 tahun 1957.
Perkebunan eks Belanda pun dibabat dan dibangun stadion, yang kemudian dikenal dengan nama Stadion Mattoanging atau Mattoangin.
Untuk sekian lama, stadion itu menjadi home base klub sepak bola kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar.
Supporter mereka dikenal dengan sebutan The Maczman, Red Gank, dan PSM Fans 1915 yang mengusung gaya casual ultras.
Mereka sangat fanatik dan setia mendukung tim berjuluk "Juku Eja" (Ikan Merah).
Nama Stadion Mattoanging berasal dari bahasa Makassar "Matoa" (melirik/melongok) dan "Anging" (angin), merujuk pada posisinya di dekat pantai tempat awak kapal pinisi bermandi angin.
Sekalipun begitu, Makassar dulu dikenal sebagai kota panas.
Bahkan lembaga Climate Central menjulukinya sebagai salah satu kota terpanas di Asia Tenggara.
Lokasi di pinggir pantai, serta ketiadaan pepohonan akibat pembabatan perkebunan, menyumbang naiknya suhu udara kota Anging Mammiri itu.
“Alhamdulillah, belakangan setiap saya ke Makassar, merasakan temperatur yang terasa lebih rendah dibanding sebelum-sebelumnya,” ujar Mayjen TNI Purn Dr Marga Taufiq.
Jenderal bintang dua kelahiran Makassar, 17 April 1964 itu, adalah saksi hidup bagaimana Makassar relatif lebih dingin dibanding dulu.
Bukan karena ia sejak kecil tumbuh di "Kota Coto", tetapi karena ia adalah salah satu “faktor” sejuknya Makassar akhir-akhir ini.
| Demokrasi yang Malnutrisi |
|
|---|
| Putusan MK dan Runtuhnya Praktik Multi-Audit Perkara Korupsi |
|
|---|
| Katto Bokko: Meneropong Masa Depan Petani Muda Indonesia |
|
|---|
| Ketika Laki-laki Memilih Diam: Kerentanan Bunuh Diri dalam Perspektif Emile Durkheim |
|
|---|
| Padepokan Saung Taraju Jumantara dan Rapuhnya Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260108-Mayjen-TNI-Purn-Dr-Marga-Taufiq.jpg)