Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

KUHP - KUHAP Baru di Tahun Baru

Ini adalah ujian bagi konsistensi dan keberanian kita membangun hukum yang benar-benar ber-Pancasila. 

Tayang:
Editor: Sudirman
Rusdianto Sudirman/Tribun Timur
PENULIS OPINI - Rusdianto Sudirman. Ia mengirim foto pribadi ke tribun timur untuk melengkapi opini berjudul Dana Transfer Dipangkas, Donatur Politik Gelisah. Rusdianto Sudirman merupakan Dosen Hukum Tata Negara 

Tujuan akhirnya adalah keadilan yang hidup dalam nalar publik. Dalam konteks ini, penting untuk menciptakan dialog yang konstruktif antara penegak hukum dan masyarakat. 

Dialog ini dapat membantu mengidentifikasi masalah yang ada dan mencari solusi yang tepat. Pada 2 Januari 2026 nanti, kita tidak hanya mengganti KUHP.

Kita sedang mengganti cara kita memahami, menghayati, dan menegakkan hukum itu sendiri. Hukum ada untuk manusia, bukan sebaliknya.

Ketika kita berbicara tentang hukum, kita juga berbicara tentang nilai-nilai yang mendasarinya. Hukum yang baik adalah hukum yang mencerminkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mengedukasi diri dan masyarakat tentang nilai-nilai ini. Hanya dengan pemahaman yang baik tentang nilai-nilai ini, kita dapat menciptakan sistem hukum yang benar-benar adil dan berkeadilan.

Sistem hukum yang baru ini juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Dalam era digital, banyak masalah baru yang muncul, seperti kejahatan siber dan pelanggaran privasi.

Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan regulasi yang dapat mengatasi tantangan-tantangan ini. Misalnya, dalam kasus kejahatan siber, penegak hukum harus memiliki pemahaman yang baik tentang teknologi informasi untuk dapat menangani kasus-kasus tersebut dengan efektif.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan peran media dalam penegakan hukum. Media memiliki kekuatan untuk membentuk opini publik dan mempengaruhi cara masyarakat melihat hukum.

Oleh karena itu, penting bagi media untuk melaporkan berita dengan akurat dan berimbang, agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar tentang sistem hukum dan proses penegakan hukum.

Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah, penegak hukum, akademisi, dan masyarakat sipil sangat penting.

Setiap pihak memiliki peran dan tanggung jawab dalam menciptakan sistem hukum yang adil dan berkeadilan.

Pemerintah harus menciptakan kebijakan yang mendukung penegakan hukum yang adil, sementara penegak hukum harus berkomitmen untuk menerapkan hukum dengan integritas dan profesionalisme.

Akademisi juga memiliki peran penting dalam memberikan masukan dan kritik konstruktif terhadap sistem hukum.

Mereka dapat membantu mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi yang berbasis pada penelitian dan analisis yang mendalam.

Masyarakat sipil, di sisi lain, harus terlibat dalam proses pengawasan dan advokasi untuk memastikan bahwa hak-hak mereka dilindungi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved