Opini
Di Balik Kembang Api Tahun Baru: Ilusi Perayaan bagi yang Berpunya
Momen Tahun Baru menjadi ruang harapan, doa, dan simbol awal yang segar. Ia seolah menawarkan kesempatan untuk memperbaiki diri
Ahmad Raihan
Mahasiswa UIN Alauddin
SETIAP awal tahun, kita selalu ingin mengawali hidup dengan cara yang baik..
Momen Tahun Baru menjadi ruang harapan, doa, dan simbol awal yang segar.
Ia seolah menawarkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata ulang arah hidup.
Namun di sisi lain, realitas sosial menunjukkan ironi yang berulang: perayaan tahun baru kerap justru menutup ruang refleksi dan kesadaran kolektif..
Dalam logika kapitalisme, euforia tahun baru adalah karpet merah bagi pola konsumsi masyarakat yang semakin nihil makna.
Mata kita disuguhi tawaran produk murah, diskon besar- besaran, dan hiburan massal yang membentuk cara kita merayakan pergantian tahun.
Tahun baru tidak lagi dimaknai sebagai momen refleksi, melainkan momentum mobilisasi hasrat konsumtif demi memastikan perputaran kapital dan akumulasi keuntungan tetap berjalan.
Di balik perayaan yang ugal-ugalan itu, kelas pekerja kembali menjadi pihak yang paling dirugikan demi menjaga kenyamanan kelas menengah dan elit.
Buruh pabrik, kurir logistik, hingga pekerja informal bekerja tanpa jeda untuk memastikan rantai konsumsi tetap berjalan.
Keringat mereka menopang pesta yang sering kali tak mereka nikmati.. Untuk mempertahankan pola ini, negara kemudian mereduksi indikator keberhasilan ekonomi melalui narasi sempit “daya beli.”
Tahun baru disimbolkan sebagai titik balik pertumbuhan ekonomi, bukan sebagai upaya perbaikan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh..
Sepanjang tahun 2025, berbagai persoalan hadir sebagai buah dari kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat dan kelompok terpinggirkan.
| Outlook Perekonomian Sulawesi Selatan 2026: Menuju Pertumbuhan yang Moderat? |
|
|---|
| Mengikis Ketimpangan Antar Daerah di Sulawesi Selatan Menuju 2026 |
|
|---|
| Literasi Digital untuk Makassarku |
|
|---|
| Uji Konsistensi Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia di Tengah Eskalasi Konflik Global |
|
|---|
| Sama Jangan Dibedakan, Beda Jangan Disamakan: Catatan Akhir Tahun Menyongsong 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251230-Ahmad-Raihan-1.jpg)