Opini
Mengaktifkan Politik
Pada karya itu, Rocky Gerung mengkritik praktek demokrasi kita yang dianggapnya terbatas dan “tak berkecukupan”.
Dan sebagai lomba, tentu saja menghasilkan “kalah-menang”. Pemenang adalah mereka yang memenuhi kenyataan tekhnis demokrasi dalam pemilu (perolehan suara terbanyak yang sah).
Namun, sebagai lomba pula, biasanya sang pemenang tak muncul setelah menang. Para atlit yang memenangkan perlombaan misalnya, umumnya tak kunjung tampak setelah juara.
Tetapi politik bukanlah atletik. Ia dalam makna sebenarnya adalah jalan untuk membangun kebaikan bersama.
Demokrasi sebagai induknya harus didengarkan—diamalkan dalam praktik nyata politik kita. Dan dalam demokrasi, warga negara adalah pusat segalanya.
Demokrasi menyebutkan status eksistensialis warga negara jauh lebih tinggi statusnya dibanding keanggotaan partai politik. Karena tak ada demokrasi nir-warga negara. Namun politik dapat dijalankan tanpa partai politik.
Sebab itulah, politik perwakilan tak boleh mengalienasi prinsip primer demokrasi, yaitu keutamaan warga negara (warga sebagai pusat segalanya).
Partai politik dan parlamen hanyalah salah satu instrumen untuk menjalankan politik. Karena itu, alat tak boleh kontras dengan tujuan. Tujuan itu adalah kedaulatan rakyat.
Ditengah keterpurukan kedaulatan kita saat ini, saya pikir demokrasi harus dikelolah dari sudut pandang kebutuhan kontemporer. Maka politik harus dirancang untuk mengerahkan energinya bagi kebutuhan-kebutuhan kontemporer bangsa kita.
Dalam kaitan itu, partai politik sebagai institusi politik formal harus tampil berperan merancang agenda politiknya sesuai dengan kebutuhan kontemporer bangsa kita.
Partai politik dalam mewujudkan demokrasi sebagai tujuan harus berkonstribusi dalam peningkatan kualitas perikehidupan citizenship (warga negara).
Lalu apa yang seharusnya dilakukan partai politik untuk menjalankan itu? Jawabnya; “mengaktifkan politik”.
Maknanya, bukan “politisasi”, namun mendorong politik progresif menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan tujuan demorkasi, yakni; keutamaan citizenship dalam bernegara.
Dalam pengaktifan politik itu, partai politik harus melakukan agenda mendasar, yakni menguatkan dirinya melalui kaderisasi.
Kaderisasi adalah senjata sekaligus mesin bagi partai politik untuk mengaktifkan politik.
Sebab dengan kaderisasi argumen-argumen partai politik dapat terdistribusi ke masyarakat. Dengan kaderisasi pula partai politik mampu mengaktifkan kinerjanya.
| Paskibraka, Prasangka, dan Janji Bhinneka Tunggal Ika |
|
|---|
| Paradoks Demokrasi Liberal: Ketika Pilihan Individu Terbentur Tembok Kultural dan 'Ewuh Pakewuh' |
|
|---|
| Spirit Kurban di Tengah Zaman yang Serba Transaksional |
|
|---|
| Pesan Kemanusiaan di Puncak Ketaatan Berkurban |
|
|---|
| Normalisasi Gaya Hidup Modern dan Erosi Budaya Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-08-DR-H-Azhar-Arsyad-SH-MH.jpg)