Opini
ESG dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
Namun di luar lingkaran itu, banyak warga mungkin masih bertanya-tanya apa sebenarnya makna dari istilah tersebut.
ESG mengajak kita melihat bahwa pembangunan seharusnya membawa manfaat yang adil bagi semua, bukan hanya bagi sebagian.
Ketika pembangunan terjadi, masyarakat sekitar berhak merasakan perubahan yang positif—entah berupa lapangan kerja, perbaikan fasilitas, atau meningkatnya kesejahteraan.
Pada akhirnya, semua itu kembali pada pertanyaan mendasar: bagaimana sebenarnya cara kita mengelola pembangunan dan kekuasaan? ESG menempatkan tata kelola yang bersih dan transparan sebagai pondasi.
Banyak hambatan pembangunan di negeri ini sejatinya bukan karena kurang cerdasnya perencanaan, melainkan karena lemahnya integritas.
Korupsi pengadaan, penyalahgunaan anggaran, atau keputusan yang lebih mementingkan kelompok tertentu membuat pembangunan kehilangan arah.
Tanpa tata kelola yang baik, komitmen berkelanjutan hanya akan menjadi slogan.
Itulah sebabnya ESG sesungguhnya bukan sekadar kewajiban bagi perusahaan besar.
Ia adalah cara berpikir baru yang harus meresap ke seluruh lapisan, mulai dari pemerintah pusat sampai desa, dari dunia usaha sampai masyarakat.
ESG mengajak kita membangun negeri dengan cara yang lebih bijak: menimbang dampak lingkungan sebelum membuka proyek, menghitung manfaat sosial sebelum membuat kebijakan, dan memastikan ada akuntabilitas dalam setiap rupiah yang dikeluarkan.
Indonesia memiliki banyak modal untuk memajukan pembangunan berkelanjutan.
Kekayaan alam yang luas, tenaga kerja yang besar, dan tradisi gotong royong yang kuat. Tetapi semua itu memerlukan komitmen bersama.
Kita tidak bisa terus membangun tanpa memikirkan keberlangsungan. Kita juga tidak bisa berharap investor global percaya pada Indonesia jika kita mengabaikan standar keberlanjutan yang kini menjadi perhatian dunia.
Pada akhirnya, ESG hanyalah cara lain untuk mengatakan bahwa pembangunan harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab.
Bukan semata demi kepentingan hari ini, tetapi demi masa depan yang akan diwarisi anak-anak kita.
Ketika kita berbicara tentang pembangunan berkelanjutan, yang kita pertaruhkan bukan hanya anggaran atau laporan kinerja, tetapi arah perjalanan bangsa ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-11-29-Andi-Faisal.jpg)