Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

TBM, Panggilan Jiwa Untuk Sesama

Sikap tidak egois dan peduli terhadap sesama inilah simpulnya yang menjadi kunci munculnya suatu peradaban.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribunnews.com/ist
OPINI - Mantan Ketua TBM Calcaneus Fakultas Kedokteran Unhas 

Oleh: dr Muhammad Hatta

Mantan Ketua TBM Calcaneus Fakultas Kedokteran Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - ANTROPOLOG dunia barat Margaret Mead pernah berujar bahwa bukti peradaban manusia bukanlah teknologi, infrastruktur bangunan maupun benda seni.

Ia justru menyodorkan bukti unik dari salah satu situs penggaliannya, sebuah tulang paha yang patah namun telah sembuh.

Ia beropini sebuah tulang sembuh tersebut menandakan ada orang lain yang peduli, membawa si korban ke tempat yang aman dari terkaman hewan buas lalu merawatnya hingga sembuh.

Sikap tidak egois dan peduli terhadap sesama inilah simpulnya yang menjadi kunci munculnya suatu peradaban.

Prinsip inilah yang menafasi sebuah organisasi ekstrakurikuler mahasiswa Fakultas Kedokteran se Indonesia berjuluk Tim Bantuan Medis (TBM).

Walau kalah populer dibanding organisasi lain seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial, saat ini TBM telah terbentuk di hampir seluruh sekolah

kedokteran di berbagai pelosok nusantara dan tergabung dalam Perhimpunan TBM Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI).

Beberapa dari mereka telah lama berkiprah sebagai tim medis kepencintaalaman, kegiatan-kegiatan sosial serta bencana alam.

Medio 1998 misalnya, TBM Mawar Sakti Universitas Trisakti dan TBM FKUI berperan sentral mengawal layanan medis bagi mahasiswa yang beraktivitas di sekitar Gedung MPR/DPR RI.

Mereka didesain sebagai tim kegawatdaruratan medik yang mampu memberikan layanan di medan sulit dan terpencil.

Walau masih berstatus mahasiswa, namun dengan latar belakang kedokteran yang dimilikinya, TBM juga dapat berfungsi sebagai penggerak fasilitas kesehatan yang lumpuh akibat musibah.

Pada musibah nasional Gempa Palu beberapa tahun lalu misalnya, TBM Axis FK Universitas Tadulako dan TBM Arteria FK Universitas Alkhaerat didukung oleh TBM 110 FK UMI dan TBM Calcaneus FK Unhas, menjadi motor pemulihan layanan di RS Undata dan Puskesmas se Kota Palu.

Tak hanya itu, mereka juga membentuk tim-tim kecil beranggotakan 3-5 orang yang berpatroli laiknya tim gawat darurat serta mendirikan posko-posko kesehatan di area rawan yang membutuhkan layanan medis.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved