Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pembajakan

Detik-detik Kepala Ashari Samadikun Ditodong Senjata Perompak Somalia

Ashari Samadikun bersembunyi di dalam kamarnya saat bajak laut alias perompak Somalia menaiki kapal mereka

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Tangkapan layar saat Ashari Samadikun (33) kapten kapal tangker Honour 25 yang disandera perompak Somalia video call teman seangkatannya di PIP Makassar. (Dok. Tribun-Timur.com/Muslimin Emba) 

"Terus di menit dan jam yang sama saya kontek kembali, masih aktif hapenya cuma nda direspon mi. Selang beberapa jam nda aktif mi hapenya lagi," tambahnya.

Kabar terbaru yang diperoleh Santi, dirinya mengaku berbincang dengan sang suami via video call, pada Jumat malam, tadi.

Melalui percakapan video call itu, Ashari kata Santi, mengabarkan dirinya dalam kondisi baik-baik saja.

Hanya saja kata dia, situasi kondusif yang dialami tidak menentu.

"Cuma situasinya berubah-ubah, kadang kalau merasa terancam perompaknya, situasinya juga mempengaruhi keselamatan kru di atas kapal," ungkap ibu dua anak ini.

Pada kesempatan itu, Ashari melalui istrinya meminta agar Pemerintah Indonesia turun tangan.

"Suamiku juga minta tolong semoga pemerintah membantu," ucapnya.

Bahkan lanjut Santi, suaminya dan kru lainnya sudah sempat diancam akan dieksekusi oleh kawanan perompak itu.

"Sempat diancam mau dieksekusi kalau tidak dibayar itu malam tebusannya, cuman tidak ditahu juga berapa dia minta," sebutnya.

Ashari Samadikun adalah alumni Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.

Dari data manifest yang diperoleh dari teman seangkatan Ashari Samadikun di PIP, Eleora Kamaya Lekon (38), kapal tangker Honour 25, diawali 17 kru.

"Di atas kapal itu, ada 17 kru. Pakistan 10 orang, Myanmar satu, Srilanka satu, India satu dan Indonesia empat," ungkap Eleora.

Empat orang Indonesia dari data yang diperlihatkan Eleora itu, masing-masing bernama:

1. Ashari Samadikun, selaku Master, Kelahiran Ujung Pandang 26 Mei 1992.

2. Wahudinanto, selaku Chief Officer, Kelahiran Pemalang, 17 Juni 1978.

3. Adi Faizal, selaku 3nd Officer, Kelahiran Bontobarua, 19 Mei 1999.

4. Fiki Mutakin, Kelahiran Bogor, 27 Mei, 2001.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved