Pengamat Ekonomi Unismuh Makassar: Kebijakan BI Tahan Suku Bunga Masih Relevan
Kondisi ekonomi saat ini belum cukup kuat, tetapi juga belum tertekan hingga membutuhkan kebijakan yang agresif.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
Tetapi juga menjaga kualitas pembiayaan dengan pendekatan yang lebih selektif, terutama pada sektor-sektor produktif dan relatif tahan terhadap gejolak.
Ia menilai kebijakan BI saat ini mencerminkan upaya menjaga ritme yang seimbang, tidak terlalu ekspansif namun juga tidak defensif.
Hal ini pun disebut akan membuat stabilitas tetap terjaga sambil memberi ruang bagi pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan keputusan tersebut konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, khususnya dalam penyesuaian struktur suku bunga instrumen moneter.
“Keputusan ini juga diarahkan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global, termasuk akibat konflik di Timur Tengah,” kata Perry, dikutip dari Kontan.
Keputusan BI ini sejalan dengan proyeksi mayoritas ekonom.
Tekanan pada pasar keuangan global mendorong bank sentral memprioritaskan stabilitas nilai tukar guna meredam volatilitas yang berpotensi mengganggu perekonomian domestik.(*)
| Nanik Cs: Solusi atau Sekadar Pergantian Aktor? |
|
|---|
| Ekonomi Tak Pasti, Pengamat Minta Pelaku Usaha Jeli Tangkap Peluang |
|
|---|
| 'Alarm Keras' Pengamat Ekonomi Unismuh Makassar Soroti Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS |
|
|---|
| Prodi Administrasi Negara Unismuh Makassar Raih Akreditasi Unggul LAMSPAK |
|
|---|
| Bahasa Indonesia dan Kebangkitan di Tengah Dinamika Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260424-Rendra-Anggoro-Unismuh.jpg)