Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Respon Pengusaha Padel Makassar Soal Aduan Kebisingan dan Perizinan

Pengusaha padel di Makassar dipanggil DPRD Makassar memenuhi Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal aduan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Siti Aminah
USAHA PADEL - Pengusaha padel di Makassar, Rheza diwawancara di DPRD Makassar Jl Letjen Hertasning, Selasa (24/2/2026). Rheza memberi keterangan terkait aduan warga soal kebisingan dan perizinan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivitas lapangan padel di Makassar belakangan menuai sorotan. 

Sejumlah aduan masyarakat yang menilai keberadaan fasilitas olahraga tersebut dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

Mulai dari kebisingan hingga pencahayaan lampu sorot pada malam hari. 

DPRD Kota Makassar menindaklanjuti aduan tersebut. 

Pengusaha padel di Makassar dipanggil memenuhi Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor sementara DPRD Makassar, Jl Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini, Selasa (24/2/2025). 

Dalam pertemuan itu, legislator DPRD Makassar menyorot sejumlah persoalan dalam usaha padel. 

Mulai dari potensi gangguan kenyamanan masyarakat hingga dugaan perizinan yang tak lengkap. 

Salah satu pengusaha padel, Rheza menyampaikan, penguasaha padel meminta agar setiap aduan disampaikan secara objektif, berbasis bukti, dan tidak didasari faktor suka atau tidak suka.

Baca juga: DPRD Makassar Temukan Ketidaksesuaian Izin Usaha Lapangan Padel

Rheza sendiri mengelola lapangan Padel di Jl Mallombassang, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate tepat dekat Masjid Tua Katangka. 

Kata Rheza, pengusaha padel terbuka terhadap kritik dan pengawasan. 

Namun, ia menilai sebagian aduan kerap bersifat subjektif dan sensitif, tanpa disertai data atau bukti gangguan yang jelas.

“Kalau memang ada gangguan, silakan disampaikan dengan bukti. Sekarang era digital, semua bisa direkam dan dilampirkan. Jangan sampai aduan itu hanya karena faktor like and dislike,” kata Rheza

Ia menjelaskan, olahraga padel secara umum memang menyasar segmen menengah ke atas.

Meski pada praktiknya banyak juga masyarakat dari berbagai kalangan yang ikut bermain. 

Kondisi ini, menurutnya, kadang memunculkan kesenjangan persepsi di lingkungan sekitar lokasi usaha.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved