TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar terus mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis TPS3R.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberangkatkan para lurah yang wilayahnya memiliki maupun sedang membangun TPS3R untuk mengikuti studi tiru ke TPS3R Mulyoagung, Kabupaten Malang, pada 6-8 Mei 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran langsung terkait sistem pengelolaan sampah yang dinilai berhasil diterapkan di Kabupaten Malang.
Salah satu lurah yang mengikuti kegiatan itu adalah Lurah Karuwisi Utara, Nurul Muchlisa.
Di wilayahnya, pembangunan TPS3R saat ini tengah berlangsung di Jalan Adipura, RW 002, Kelurahan Karuwisi Utara.
Nurul mengatakan studi tiru tersebut memberikan banyak pembelajaran terkait pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan TPS3R Mulyoagung tidak hanya didukung fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga sistem kelembagaan yang berjalan baik.
“Pengurus TPS3R di sana memiliki pembagian tugas yang jelas mulai dari pengangkutan, pemilahan, pengolahan, hingga administrasi keuangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem pengelolaan iuran masyarakat juga menjadi salah satu faktor pendukung keberlangsungan operasional TPS3R.
Retribusi yang dibayarkan warga langsung dikelola oleh pengurus TPS3R sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lebih tertib dan terorganisir.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat dilakukan secara rutin melalui kader di tingkat RT dan RW agar warga terbiasa memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Menurut Nurul, dukungan pemerintah setempat dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder turut menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah di TPS3R Mulyoagung.
Ia menilai pengelolaan sampah yang baik membutuhkan sinergi antara sarana prasarana, sumber daya manusia, dan kesadaran masyarakat.
“Dari studi tiru ini kami memahami bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas, tetapi juga perlu dukungan masyarakat yang aktif,” katanya.
Sementara itu, pembangunan TPS3R di Kelurahan Karuwisi Utara saat ini masih berada pada tahap pengembangan fasilitas utama.
Fasilitas yang sementara dibangun meliputi tempat pengomposan, gudang budidaya maggot, dan bak pemilahan sampah.
Ke depan, kawasan TPS3R tersebut juga direncanakan terintegrasi dengan program urban farming sebagai bagian dari pengembangan lingkungan dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
"Rencananya TPS3R terintegrasi dengan Urban Farming di wilayah tersebut," ucapnya.(*)