Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Sembilan Camat dan Lurah Makassar Belajar Pengelolaan Sampah di Malang

‎Turut hadir dalam rombongan unsur DLH, Dewan Lingkungan, para camat, dan lurah dari berbagai wilayah di Kota Makassar

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
STUDI TIRU - Delegasi Pemerintah Kota Makassar yang melaksanakan kunjungan studi tiru di TPS3R Mulyoagung, Kabupaten Malang, 6-8 Mei 2026. Studi tiru dilaksanakan untuk mendapatkan pengetahuan terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang sukses dilaksanakan di Kabupaten Malang. Sejumlah camat dan lurah ikut dalam kunjungan ini. 

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Delegasi Pemerintah Kota Makassar mempelajari sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat saat melakukan studi tiru ke TPS3R Mulyoagung Bersatu, Kabupaten Malang, 6-8 Mei 2026.

‎Kunjungan tersebut dipimpin Kabid Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Aswin Kartapati Harun.

‎Turut hadir dalam rombongan unsur DLH, Dewan Lingkungan, para camat, dan lurah dari berbagai wilayah di Kota Makassar.

‎Studi tiru ini merupakan gelombang pertama yang diikuti sembilan camat dan sembilan lurah. Sementara enam camat lainnya akan menyusul pada gelombang berikutnya.

‎TPS3R Mulyoagung Bersatu dikenal sebagai salah satu model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berhasil menekan volume residu hingga di bawah 15 persen.

‎Di tempat tersebut, sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan ternak melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

‎Sedangkan sampah anorganik dipilah secara detail sesuai jenis dan kualitas materialnya agar memiliki nilai jual lebih tinggi di industri daur ulang.

‎Aswin Kartapati Harun mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah di Mulyoagung tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga partisipasi masyarakat yang kuat.

‎“Yang paling penting di sini adalah kesadaran masyarakatnya. Mereka sudah terbiasa memilah sampah dan melihat sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai,” ujarnya.

‎Menurutnya, sistem pengelolaan seperti itu menjadi pelajaran penting bagi Kota Makassar dalam menghadapi persoalan sampah perkotaan yang terus meningkat setiap tahun.

‎Ia menilai pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan armada pengangkut maupun tempat pembuangan akhir, tetapi harus dimulai dari tata kelola di tingkat masyarakat.

‎“Kalau masyarakat terlibat aktif, maka volume sampah yang masuk ke TPA bisa jauh berkurang,” katanya.

‎Selain sistem pengolahan, delegasi Makassar juga mempelajari model pembiayaan TPS3R yang dijalankan secara mandiri melalui iuran warga dan hasil penjualan produk daur ulang.

‎Sistem tersebut dinilai mampu menjaga keberlanjutan operasional TPS3R tanpa bergantung penuh pada anggaran pemerintah.

‎Anggota Dewan Lingkungan Kota Makassar, Mashud Azikin, mengatakan pendekatan pengelolaan sampah berbasis warga seperti di Mulyoagung sangat relevan diterapkan di Makassar.

‎Menurutnya, selama ini penanganan sampah masih terlalu berfokus pada pemindahan sampah ke TPA, bukan pengurangan sejak dari sumbernya.

‎“Di sini kita melihat bagaimana masyarakat benar-benar dilibatkan mulai dari pemilahan hingga pengolahan sampah,” ujarnya.

‎Delegasi Makassar juga menaruh perhatian pada kedisiplinan petugas dalam memilah sampah plastik berdasarkan jenis polimer dan kualitas materialnya.

‎Pemilahan detail tersebut membuat tingkat daur ulang di TPS3R Mulyoagung menjadi sangat tinggi dan bernilai ekonomis.

‎Hasil studi tiru ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan referensi Pemerintah Kota Makassar dalam mengembangkan TPS3R di tingkat kecamatan dan kelurahan.

‎Aswin berharap konsep pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dapat diterapkan secara bertahap di Makassar agar pengurangan sampah tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

‎“Ke depan pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas pemerintah semata,” ucapnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved