Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Geng Motor Brutal di Makassar Disorot Komisi III DPR, Polisi Diminta Tak Segan Tembak Begal

Komisi III DPR RI sendiri merupakan alat kelengkapan dewan yang membidangi hukum, hak asasi manusia dan keamanan.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
GENG MOTOR - Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin didampingi Kapolsek Panakkukang Kompol Ema dan Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail saat rilis pengungkapan geng motor di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (9/5/2026). Polrestabes Makassar berlokasi di Jl Ahmad Yani, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Aksi brutal geng motor dan begal di Makassar kini menyita perhatian Komisi III DPR RI.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, bahkan meminta polisi tidak ragu menembak pelaku begal di tempat jika membahayakan warga.

Komisi III DPR RI sendiri merupakan alat kelengkapan dewan yang membidangi hukum, hak asasi manusia dan keamanan.

Mitra kerja Komisi III antara lain Polri, Kejaksaan Agung hingga Mahkamah Agung.

Karena itu, pernyataan Sahroni menjadi sorotan di tengah maraknya aksi kekerasan jalanan di Makassar.

Menurut Sahroni, aparat kepolisian harus berani mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku begal maupun geng motor yang semakin brutal.

Ia meminta instruksi tegas diberikan hingga level Polres dan Polsek.

“Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara clear kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku begal,” kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, tindakan cepat polisi penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan jalanan.

“Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas. Karena kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka,” ujarnya.

Ia juga meminta pasukan patroli dibekali SOP yang jelas agar tidak ragu mengambil keputusan di lapangan.

“Pasukan patroli harus dibekali SOP yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan,” tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan menyusul maraknya aksi kekerasan geng motor di Makassar.

Salah satu kasus terbaru menimpa bocah berinisial H (13).

Remaja tersebut menjadi korban penyerangan brutal geng motor di Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, Minggu (10/5/2026) dini hari.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved