Banjir Makassar
Cuaca Ekstrem, EWS Jadi Andalan BPBD Makassar Antisipasi Banjir
Fadli mengingatkan, pada tahun lalu Makassar sempat dilanda banjir besar sebanyak dua kali, yakni pada akhir Desember dan awal Februari
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Munafri menyoroti kondisi sejumlah pohon di Kota Makassar yang dinilai sudah berusia tua dan rentan tutumbang
Ia menjelaskan, banyak pohon yang akarnya terhimpit konstruksi beton di sekitarnya.
Sehingga tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan mencengkeram tanah dengan kuat.
Akibatnya, saat hujan deras disertai angin kencang, pohon tidak patah pada bagian batang, melainkan tercabut hingga ke akar.
“Beberapa kejadian pohon tumbang bukan karena batangnya patah, tetapi karena akarnya tercabut. Artinya, kondisinya memang sudah tidak kuat menopang beban. Ini yang harus kita waspadai bersama,” jelasnya.
Masyatakat diharapkan menghindari aktivitas di sekitar pohon besar saat cuaca ekstrem.
Bagi Munafri, kewaspadaan terhadap potensi bencana adalah bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat di Kota Makassar. (*)
| Anak dan Ibu Terdampak Banjir di Makassar Dapat Psikoedukasi dari Melinda Aksa |
|
|---|
| Camat Panakkukang: Kini Banjir Makassar Lebih Terkontrol dari Sebelumnya |
|
|---|
| Air Rendam Jalan Yusuf Daeng Ngawing Makassar Saat Hujan Deras, Dekat Rujab Wagub Sulsel |
|
|---|
| Biasanya Sejam Hujan Langsung Tergenang, Kini BTN Tabariah Mannuruki Aman |
|
|---|
| 1.157 Warga Mengungsi Akibat Banjir Makassar, Malam-malam Munafri Tinjau Posko SDN Paccerakkang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260224-M-Fadli-Tahar-32.jpg)