Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Makassar

Cuaca Ekstrem, EWS Jadi Andalan BPBD Makassar Antisipasi Banjir

Fadli mengingatkan, pada tahun lalu Makassar sempat dilanda banjir besar sebanyak dua kali, yakni pada akhir Desember dan awal Februari

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Siti Aminah
Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar diwawancara di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Selasa (24/2/2026). Fadli menjelaskan mitigasi bencana saat cuaca ekstrem. 

Pemerintah pun terus mendorong kolaborasi antara masyarakat, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Serta instansi terkait lainnya untuk menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan memastikan drainase berfungsi optimal sebagai langkah pencegahan.

Terkait mitigasi, BPBD Makassar telah mengoperasikan sistem Early Warning System (EWS) atau alat deteksi dini banjir yang diadakan tahun lalu.

Sistem ini diklaim menjadi salah satu terobosan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Bencana itu pasti datang, tetapi kita harus tahu kapan datangnya. Itu gunanya deteksi dini," kata Fadli. 

"Dengan adanya EWS, masyarakat bisa menyelamatkan dokumen penting seperti ijazah, akta kelahiran, sertifikat tanah, dan yang paling penting meminimalkan risiko korban jiwa,” sambungnya.

EWS tersebut dilengkapi alarm berupa sirene di lokasi serta notifikasi melalui SMS dan WhatsApp yang terkoneksi langsung ke berbagai stakeholder.

Mulai dari BPBD, pemerintah kelurahan, hingga Dinas PU dan Dinas Sosial.

Status peringatan dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni waspada, siaga, dan awas (merah). 

Pada status awas, alarm akan berbunyi dan notifikasi dikirim secara berulang sebagai tanda bahwa potensi banjir besar sangat tinggi atau telah terjadi.

“Kalau masih status waspada, biasanya informasi dikirim satu kali sehari. Kalau sudah siaga bisa dua kali sehari. Kalau status awas, berulang-ulang kali sebagai warning bagi masyarakat dan stakeholder untuk menyiapkan semua potensi,” jelasnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem hingga awal Maret, masyarakat Makassar diimbau tetap waspada.

Warga juga diminta memantau informasi resmi BMKG dan BPBD, serta segera melapor jika terjadi genangan atau kondisi darurat di wilayah masing-masing. 

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengingatkan warga agar berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah pada kondisi cuaca ekstrem. 

“Saat ini curah hujan masih relatif sangat tinggi sehingga saya berharap untuk semua bisa mawas diri, menghindari dari kegiatan atau hal-hal yang bisa berakibat fatal datangnya bencana," imbau Munafri. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved