Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Makassar

‎Biasanya Sejam Hujan Langsung Tergenang, Kini BTN Tabariah Mannuruki Aman

Ratusan warga yang menghuni puluhan rumah di BTN Tabariah, Kelurahan Mannuruki, tepatnya di RT 002 RW 005, tahun ini bisa bernapas lega.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Makmur | Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com/Makmur
AMAN BANJIR- Ketua RT 002 RW 005 Kelurahan Mannuruki, Muhammad Yusfikar Apriyansa di Kompleks BTN Tabariah, Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat (27/2/2026). Pertama kalinya BTN Tabariah tak banjir tahun 2026 ini.  

‎TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga perumahan BTN Tabariah, Kelurahan Mannuruki, tepatnya di RT 002 RW 005, tahun ini bisa bernapas lega.

‎Pasalnya, banjir yang hampir setiap tahun menggenangi wilayah tersebut, kini tak lagi muncul meski hujan deras mengguyur dalam beberapa hari terakhir.

‎“Alhamdulillah aman, tidak ada genangan, tidak ada luapan,” ujar Ketua RT 002 RW 005, Muhammad Yusfikar Apriyansa, kepada Tribun-Timur.com, Jumat (27/2/2026).

‎Ia menyebut, kondisi tersebut sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

‎Dahulu, hujan deras selama satu jam saja sudah cukup membuat air meluap dan menggenangi pemukiman warga.

‎“Kalau dulu itu, hujan deras sedikit saja, satu jam, pasti sudah ada genangan,” katanya.

‎Bahkan, lanjutnya, pada musim hujan tahun lalu, ketinggian air sempat mencapai di atas mata kaki orang dewasa.

Baca juga: Irwan Nawir Berdiri Paling Depan Saat Warganya Dikepung Banjir di Manggala

‎‎Beberapa rumah warga terendam, tergantung dari tinggi rendahnya lantai rumah.

‎“Merendam sampai di atas mata kaki,” jelasnya.

‎RT 002 RW 005 sendiri dihuni 68 kepala keluarga dengan total 60 unit rumah.

‎Wilayah ini berada berbatasan dengan Jalan Daeng Tata Raya Kelurahan Bontoduri.

‎Menurut Yusfikar, salah satu faktor yang mungkin membuat banjir tak lagi terjadi adalah relokasi pedagang kaki lima (PKL) serta pengerukan drainase di sepanjang Jalan Daeng Tata Raya, khususnya di sekitar kawasan Pacuan Kuda.

‎“Waktu pembongkaran PKL kemarin, saya dengar bersamaan juga dengan pengerukan. Mungkin itu salah satu faktor yang mempengaruhi,” ujarnya.

‎Ia menduga, sebelumnya aliran air tersumbat akibat sedimentasi dan penyempitan saluran.

‎Setelah dilakukan pembongkaran dan normalisasi drainase, air kini dapat mengalir lebih lancar.

‎“Dulunya mungkin tersumbat, akhirnya sekarang aliran air sudah jalan. Jadi banjir sudah tidak seperti kemarin, malah sudah tidak ada lagi di wilayah saya,” tambahnya.

‎Sejak memasuki musim hujan 2025 hingga awal 2026, ia memastikan belum ada genangan berarti di wilayahnya.

‎“Selama musim hujan ini, Alhamdulillah belum pernah ada genangan,” ucapnya.

‎Camat Tamalate, Muhammad Aril Syahbani, membenarkan, telah dilakukan pengerukan drainase saat penertiban PKL di Jalan Daeng Tata Raya pada 16 Februari lalu.

‎Ia bersyukur jika pengerukan drainase tersebut telah berdampak pada pengurangan intensitas genangan di wilayahnya.

‎Ke depan, ia menambahkan, juga akan melakukan rehabilitasi drainase. Dengan langkah tersebut, diharapkan semakin menekan potensi banjir.

‎"Bukan cuma dikeruk, ke depan kita juga akan rehabilitasi drainase. Kita sementara koordinasi dengan Dinas PU," katanya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved