Polisi Dianiaya Senior
Kapolda Sulsel Rahasikan Pasal Dikenakan Bripda Pirman Tersangka Pembunuhan
Hingga kini Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro belum mengungkap motif dan ancaman hukuman kasus tersebut
Ringkasan Berita:
- Bripda Pirman jadi tersangka kasus penganiayaan junior Bripda Dirja Pratama hingga meninggal dunia
- Bripda Dirja Pratama meninggal dunia setelah dipukul Bripda Pirman
- Hingga kini Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro belum mengungkap motif dan ancaman hukuman kasus tersebut
TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG -- Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro masih merahasikan ke publik pasal yang dikenalkan kepada Bripda Pirman.
Bripda Pirman anggota Polda Sulsel ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan hingga meninggal dunia kepada juniornya Bripda Dirja Pratama.
Bripda Dirja Pratama meninggal dunia setelah dipukul Bripda Pirman.
Hingga kini Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro belum mengungkap motif dan ancaman hukuman kasus tersebut.
Padahal Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro jenderal bintang dua berlatar penyidik Bareskrim Polri.
Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap Bripda DP (19) meninggal dunia karena dianiaya seniornya Bripda Pirman.
Luka memar yang ada ditemukan di tubuh Bripda DP akibat pukulan yang dilakukan Bripda Pirman.
Kapolda menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes), terdapat persesuaian antara keterangan tersangka P dengan bukti fisik yang ditemukan berupa luka pukulan di bagian kepala dan badan korban.
"Keterangan saudara P dihubungkan dengan hasil pemeriksaan Biddokkes menunjukkan adanya persesuaian, baik dari luka pukulan di bagian kepala maupun bagian tubuh lainnya. Ini sudah sinkron," ujar Djuhandhani di Makassar, Senin (23/2/2026).
Dengan adanya sinkronisasi bukti tersebut, pihak kepolisian kini tengah memproses lebih lanjut kasus ini untuk memberikan kepastian hukum.
Terkait keterlibatan personel lain, Djuhandhani menyebut ada lima anggota yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan intensif.
Salah satu di antaranya diketahui merupakan rekan satu angkatan korban.
Meski demikian, Kapolda menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah dan pemenuhan bukti materiil sebelum menetapkan status hukum mereka.
"Dari lima ini anggota semua, ada satu teman angkatan. Keterlibatan mereka masih kami dalami, kalau orang tidak bersalah kita tidak boleh hukum. Tadi malam kita sudah lakukan konstruksi ulang," jelasnya.
Djuhandhani pun menegaskan, tidak akan kompromi atau memberikan kebijakan kepada anggota yang melanggar aturan.
"Kami tidak memberikan kompromi ataupun kebijakan bagi anggota yang melanggar aturan. Baik disiplin, etika, maupun pidana akan kita tegakkan," tegasnya.
Keluarga Curiga Sejak Awal Bripda DP Meninggal Dianiaya
Sebelumnya, Bripda DP dikabarkan meninggal dunia di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Minggu (22/2/2026) subuh.
Asrama tersebut berada di lingkungan Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah Bripda DP diautopsi di RS Bhayangkara.
Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengatakan berdasarkan koordinasi sementara dengan Bidang Propam Polda Sulsel, ada enam polisi yang diperiksa.
Enam orang tersebut terdiri dari teman seangkatan dan senior Bripda DP.
“Sudah ada diperiksa di Polda sekarang, tiga, lettingnya juga dipanggil semua,” ujar Aipda Muhammad Jabir saat ditemui di depan Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
“Lettingnya tiga orang dan seniornya juga tiga orang,” lanjutnya.
Dugaan penganiayaan mencuat setelah keluarga menemukan luka memar di tubuh almarhum.
Aipda Muhammad Jabir menyebut luka memar diduga akibat pukulan.
“Ada luka memar di perut, di sini (dada dekat leher) hitam, sama mulut keluar darah terus,” ujarnya.
Sebagai anggota polisi, Aipda Muhammad Jabir menduga luka tersebut teridentifikasi kuat akibat pukulan.
“Kalau benda tumpul mungkin tidak ada, kalau bekas pukulan mungkin ada,” jelasnya.(*)
| Nasib 3 Rekan Bripda Pirman Terancam, Diduga Hilangkan Barang Bukti hingga Tak Melapor |
|
|---|
| 3 Polisi Teman Bripda Pirman Disanksi Demosi Buntut Pembunuhan Bripda Dirja |
|
|---|
| Besaran Gaji Bripda Pirman Hilang Setelah Dipecat Tidak Hormat Polda Sulsel |
|
|---|
| Kondisi Terakhir Bripda Pirman: Dikawal Provos, Beri Hormat Terakhir Usai Dipecat |
|
|---|
| Sidang Etik Ungkap Kekejaman Bripda Pirman, Junior Dipukul saat Kepala di Bawah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260224-Djuhandhani-Rahardjo-Puro-87.jpg)