Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Investasi Makassar Naik Daun

Ini artinya ada perubahan gaya hidup: masyarakat mulai butuh hunian vertikal, fasilitas MICE, dan hiburan modern.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Tribun-timur.com
HARGA BBM - Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Abdul Muttalib Hamid. 

Oleh: Abdul Muttalib Hamid
Pengamat Ekonomi Unismuh Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Investasi di Makassar memang sedang berada di fase ‘naik daun’.

Kalau kita pakai kacamata pengembangan Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar yang sekarang, jawabannya jelas, kondisinya cukup baik dan arahnya positif.

Makassar itu adalah hub Indonesia Timur.

Baca juga: Eks Hotel Sahid Jadi Mal Megah, Dilengkapi Ballroom dan Apartemen 10 Lantai

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sudah melayani lebih dari 10 juta penumpang per tahun, sementara Makassar New Port berkembang sebagai gerbang logistik utama.

Biasanya investor besar akan masuk ke kota yang berperan sebagai ‘gerbang’ regional seperti ini.

Di sisi lain, permintaan dari kelas menengah juga terus naik.

Ini artinya ada perubahan gaya hidup: masyarakat mulai butuh hunian vertikal, fasilitas MICE, dan hiburan modern.

Dalam konteks ini, MaRI hadir menjawab kebutuhan itu sekaligus.

Menariknya, MaRI yang lama pun masih menjadi salah satu mal dengan traffic tertinggi.

Ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat, khususnya untuk kebutuhan leisure, masih kuat.

Kalau bicara apartemen, ada beberapa alasan kenapa perusahaan besar berani masuk ke Makassar.

Pertama, soal kelangkaan lahan di titik emas.

Lahan di tengah kota makin mahal dan terbatas.

Kawasan CPI sampai Panakkukang bisa dibilang ‘Sudirman–Thamrin’-nya Makassar. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved