Eks Lahan Hotel Sahid Makassar Disulap Jadi Mal Megah, Solihin Ungkap Banyak Kenangan
Kawasan ini menjadi pengembangan Mal Ratu Indah (MaRI) yang merupakan mal di bawah naungan KALLA.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lahan bekas Hotel Sahid di Jalan Ratulangi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akan dikembangkan menjadi kawasan mixed use.
Mixed use merupakan konsep pengembangan kawasan atau bangunan multifungsi.
Biasanya menggabungkan hunian (apartemen/kondominium), komersial (mal/ritel), dan fasilitas dalam satu area.
Kawasan ini menjadi pengembangan Mal Ratu Indah (MaRI) yang merupakan mal di bawah naungan KALLA.
Pengembangan MaRI ini diharapkan semakin memperkuat posisi Makassar sebagai pusat aktivitas di kawasan Indonesia Timur.
Chief Executive Officer KALLA, Solihin Jusuf Kalla menjelaskan pengembangan ini berdiri di atas lahan seluas sekitar tiga hektare.
Dulunya merupakan lokasi Hotel Sahid, bangunan yang telah berdiri sejak 1998 dan diruntuhkan pada 2025.
Hotel Sahid merupakan hotel bintang empat yang pernah menjadi salah satu ikon di Makassar.
Hotel ini memiliki sekitar 220 kamar, dilengkapi berbagai fasilitas seperti restoran, kafe 24 jam, kolam renang, serta ruang pertemuan berkapasitas hingga 1.000 orang.
Namun, hotel tersebut sudah tidak beroperasi sejak 2019 sebelum akhirnya dirobohkan.
Meski memiliki nilai historis dan menyimpan kenangan bagi masyarakat, Solihin mengatakan transformasi kawasan merupakan bagian dari dinamika perkembangan kota.
“Yang punya kenangan zaman dulu di Hotel Sahid, kenangan hanya tinggal kenangan. Past is the past, yang lalu kita harus buang dan kita akan membangun sesuatu yang baru yang lebih megah,” kata Solihin, saat peletakan batu pertama pengembangan MaRI, Selasa (28/4/2026).
Pengembangan mal yang beroperasi sejak tahun 2000 itu akan menjadi menjadi mal megah di Makassar.
“Ini akan menjadi salah satu kawasan termegah di Kota Makassar,” kata Solihin.
Lebih lanjut, Solihin menilai proyek ini tidak hanya sekadar pengembangan properti.
| Tolak Karangan Bunga, Prof Wahyuddin Halim : Tanpa Gratifikasi, Tetapi Memiliki Gravitasi Yang Kuat |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Penjualan Mobil Diesel Toyota di Sulawesi Tetap Melejit |
|
|---|
| Melinda Aksa: Posyandu Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Pusat Edukasi Keluarga |
|
|---|
| Pemkot Makassar Siapkan 1.000 Tandon Air Antisipasi Krisis Air Bersih |
|
|---|
| Curi Celana Dalam, Pemuda di Makassar Diamuk Warga Nasibnya Kini di Tangan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Seremonial-groundbreaking-atau-peletakan-batu-pertama.jpg)