Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

NU, Muhammadiyah Siapkan Ratusan Muballigh

Selain NU dan Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah juga mengerahkan 250 dai di Kota Makassar.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
RAMADHAN - Headline Tribun Timur edisi Senin (9/1/2026). Ratusan muballigh disiapkan mengisi ceramah dan berbagai aktivitas keagamaan di masjid hingga lingkungan masyarakat. 

“Pendekatan spiritual menjadi penting untuk meredam polarisasi dan kontraksi sosial di tengah masyarakat perkotaan,” ujarnya.

Melalui berbagai program tersebut, ormas Islam di Makassar dan Sulsel berharap Ramadan 2026 menjadi momentum memperkuat iman, persatuan, dan kepedulian sosial umat.

Dakwah yang disampaikan para muballigh diharapkan tidak hanya menguatkan ibadah individual, tetapi juga membangun harmoni dan kebersamaan di tengah masyarakat.

DDI Patojo

Menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Pondok Pesantren Al-Irsyad DDI Patojo menyiapkan kegiatan Daurah Dakwah Santri.

Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Santri dalam Dakwah Islam Rahmatan lil Alamin.”

Daurah Dakwah Santri dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 10 hingga 15 Februari 2026.

Kegiatan dipusatkan di kompleks Pondok Pesantren Al-Irsyad DDI Patojo, Kabupaten Soppeng.

Pimpinan Umum DDI Patojo, Prof Andi Aderus, mengatakan daurah bertujuan membekali santri agar siap terjun langsung berdakwah selama Ramadan.

“Menyambut bulan suci Ramadan, kami menggelar daurah atau pelatihan santri untuk diberdayakan selama bulan Ramadan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Menurut Prof Andi Aderus, momentum Ramadan harus dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kualitas diri dan keimanan.

“Kita memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk bertafakur dan memperbanyak amal kebajikan sebagai persiapan perjalanan panjang menuju kepada-Nya,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Harian DDI Patojo, Supriadi, menjelaskan kegiatan daurah akan diisi dengan penataran mubalig dan pelatihan intensif bagi santri yang bertugas selama Ramadan.

“Kegiatan penataran mubalig akan dimulai pada 10 Februari,” ungkap Supriadi.

Ia menjelaskan, pada siang hari santri mengikuti penataran mubalig. Sementara pada malam hari diisi dengan pelatihan dan bimbingan intensif.

“Siang hari penataran mubalig, malam harinya pelatihan intensif bagi petugas Ramadan yang akan bertugas sebagai imam tarawih dan penceramah,” jelasnya.

Menurut Supriadi, saat ini sudah ada sekitar 20 dai yang dipastikan memiliki lokasi tugas selama Ramadan. “Yang sudah ada tempat tugasnya hampir 20 dai,” katanya.

Namun jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai kebutuhan dan permintaan dari masyarakat.

“Masih ada yang sementara disiapkan. Potensinya bisa hampir 30 dai, tergantung permintaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, santri yang ditugaskan merupakan santri aktif yang selama ini rutin mengisi khotbah Jumat di berbagai masjid.

“Anak-anak ini sudah terbiasa turun khotbah. Biasanya panitia masjid meminta langsung ke pihak pondok untuk bertugas ceramah dan imam tarawih selama Ramadan,” jelasnya.

Melalui kegiatan daurah ini, DDI Patojo berharap para santri semakin siap berkontribusi dalam dakwah dan pembinaan umat selama bulan suci Ramadan.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved