Headline Tribun Timur
NU, Muhammadiyah Siapkan Ratusan Muballigh
Selain NU dan Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah juga mengerahkan 250 dai di Kota Makassar.
“Ada masjid yang meminta muballigh selama 29 malam penuh, ada juga hanya pada malam-malam tertentu,” jelasnya.
Dalam penentuan muballigh, pengurus masjid diberikan ruang untuk mengusulkan nama.
Namun, ada pula masjid yang hanya menyampaikan kriteria muballigh yang dibutuhkan.
Munir menambahkan, persyaratan muballigh Muhammadiyah antara lain memiliki wawasan dakwah, fasih membaca Alquran, memiliki rekomendasi cabang, serta lulus pendidikan dan tes Majelis Tabligh.
Sebagian besar muballigh berasal dari Makassar, dengan komposisi sekitar 90 persen. Mereka berasal dari unsur pimpinan Muhammadiyah, akademisi, hingga aktivis dakwah. Dari sisi usia, sekitar 60 persen muballigh berusia 25-40 tahun.
Sisanya berada pada rentang usia 50–60 tahun.
Sementara itu, NU Sulawesi Selatan memastikan seluruh persiapan Ramadan 1447 Hijriah dilakukan dengan mengikuti arahan pemerintah.
NU menegaskan penetapan awal puasa akan menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat.
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel, Prof Dr KH Muammar Bakry, mengatakan NU tidak menetapkan tanggal sendiri.
NU mengikuti keputusan pemerintah dan arahan Pengurus Besar NU. “Penataan Ramadan kita ikuti pemerintah melalui sidang isbat,” ujar Prof Muammar.
Kementerian Agama dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan pada 17 Februari 2026. Sidang ini melibatkan MUI, ormas Islam, dan instansi terkait.
Selain menunggu penetapan awal puasa, NU Sulsel juga menyiapkan berbagai agenda syiar Ramadan.
Meliputi ceramah sebelum tarawih, pengajian rutin, tadarus Alquran, hingga kegiatan sosial.
NU Sulsel juga menyiapkan ratusan muballigh bertugas di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.
Setiap pengurus daerah bertanggung jawab menyiapkan muballigh di wilayah masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-09-Headline-Tribun-Timur-edisi-Senin-912026-67.jpg)