Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Paskibraka 2026

Nama Cathlyn Yvaine Lesmana Dicoret, DPPI Makassar Kecewa Hasil Seleksi Paskibraka Sulsel

Namanya semula masuk dalam urutan tiga besar kini digantikan oleh siswi lainnya asal Jeneponto.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
SELEKSI PASKIBRAKA - Sosok Cathlyne Yvaine Lesmana, Paskibraka Sulsel yang heboh sebab sempat masuk tiga besar namun tergantikan. DPPI Makassar meminta penilaiannya dibuka kepada publik 

Ringkasan Berita:
  • Seleksi Paskibraka nasional tingkat Sulawesi Selatan menuai sorotan setelah nama Cathlyn Yvaine Lesmana, perwakilan Makassar yang semula masuk tiga besar calon Paskibraka Istana Negara dicoret dan digantikan siswi asal Jeneponto. 
  • Ketua Pelaksana DPPI Makassar Yusuf A. Bachtiar Mappiare menilai proses seleksi tidak transparan, terutama pada penilaian kepribadian yang bobotnya mencapai 40 persen. 
  • Ia juga menyoroti adanya Pantukhir di tingkat provinsi yang dianggap tidak sesuai aturan.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seleksi Paskibraka nasional di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menuai sorotan.

Cathlyn Yvaine Lesmana perwakilan Kota Makassar semula berada tiga besar diusulkan salah satu calon Paskibraka di Istana Negara.

Namun belakangan nama Cathlyn Yvaine Lesmana dicoret.

Namanya semula masuk dalam urutan tiga besar kini digantikan oleh siswi lainnya asal Jeneponto.

Perubahan hasil seleksi memunculkan tanda tanya, terutama terkait transparansi proses penilaian yang dilakukan panitia dan tim seleksi tingkat provinsi.

Hal ini disoroti Ketua Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar Yusuf A. Bachtiar Mappiare.

Yusuf menyebut sistem seleksi jalan dengan mengabaikan transparansi.

"Sistem seleksinya sendiri tidak transparan dan kabupaten/kota lainnya pasti sepakat," ujar Yusuf A Bachtiar kepada Tribun-Timur.com pada Selasa (26/5/2026).

Baca juga: Respon Munafri Dicoretnya Cathlyn Yvaine Jadi Calon Paskibraka di Istana Negara, Kasihan Anak-anak

"Di seleksi hari terakhir tahun 2026, tanggal 21 kemarin para pendamping disuruh keluar dari ruang seleksi padahal ada id card resmi tanpa alasan yang jelas. Padahal sesuai aturan dilaksanakan secara transparan," jelas Yusuf A Bachtiar.

Secara aturan segala penilaian wajib terbuka.

Apalagi terhadap para pendamping yang ditetapkan dua orang.

Yusuf menyebut penilaian seleksi kepribadian ini yang mencurigakan.

Apalagi bobot nilainya menjadi penentu, 40 persen penilaian pemeringkatan berasal dari seleksi kepribadian.

"Baru seleksi kepribadian itu nilainya keluar 2 hari setelah seleksi, jadi bisa orang berspekulasi baru diatur nilainya," ujarnya.

Yusuf juga menyanyangkan adanya Pantukhir (Penentuan Akhir) sebagai penentu nama yang ke pusat.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved