Pilkada
GAM Macetkan Jl AP Pettarani Makassar, Demo Tolak Pilkada Lewat DPRD
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) berunjuk rasa menolak rencana itu.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
"Kami juga mendesak bahwa partai politik yang menjadi manifestasi perwakilan daripada rakyat, itu harus berpihak kepada suara rakyat," jelasnya.
Baca juga: Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presma UIN Alauddin : Jangan Khianati Kedaulatan Rakyat
Fajar khawatir, jika nantinya wacana pemilihan lewat mekanisme DPRD itu terwujud, kepedulian masyarakat terhadap demokrasi akan tergerus.
"Ketika wacana pilkada melalui DPRD ini kemudian diinisiasi dan disahkan oleh DPR, maka yakin dan percaya, suara rakyat itu makin terendus dari bentuk nyata kemunduran demokrasi," bebernya.
Olehnya itu, Fajar meminta agar Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan steatmen agar pemilihan kepala daerah tetap dipilih langsung oleh rakyat.
"Kenapa kemudian kami menyerang kepada presiden untuk segera melakukan statemen seperti itu, karena hari ini presiden merupakan kepala pemerintahan yang kemudian memiliki kapasitas untuk berbicara," kata Fajar.
"Dan setiap ucapan yang dilakukan oleh presiden, itu merupakan bentuk kebijakan arah ke depan," tuturnya.
Wacana pemilihan kepala daerah lewat mekanisme DPRD itu mendapat dukungan dari partai koalisi pemerintahan.
Diantaranya, Gerindra, Golkar, PAN dan Demokrat.(*)
| Dulu Ditolak Keras SBY! Kini Demokrat Sulsel Dukung Pilkada Lewat DPRD |
|
|---|
| Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presma UIN Alauddin : Jangan Khianati Kedaulatan Rakyat |
|
|---|
| Akademisi Unibos Makassar Nawir Rahman Petakan Plus Minus Pilkada Lewat DPRD |
|
|---|
| PMII Sulsel Nilai Wacana Pilkada Lewat DPR sebagai Kemunduran Demokrasi |
|
|---|
| Andi Tobo: Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Belum Waktunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260113-Demo-GAM.jpg)