Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lowongan Baby Sitter Berujung Petaka, Mahasiswi Nunukan Dirudapaksa di Makassar, Pelaku Ditembak

Pelaku berinisial DR (29) ditangkap tim Satreskrim Polrestabes Makassar saat melarikan diri ke Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
PELAKU PENYEKAPAN - Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana memberikan keterangan pers terkait pelaku penyekapan disertai rudapaksa mahasiswi Kaltara ditangkap. Pelaku DR (29) usai mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara Makassar, usia ditembak polisi, Minggu (16/5/2026) dini hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaku penyekapan disertai dugaan rudapaksa terhadap MR (20) mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi.

Pelaku berinisial DR (29) ditangkap tim Satreskrim Polrestabes Makassar saat melarikan diri ke Jawa Timur.

Ia diperkirakan kabur usai melancarkan aksi bejat terhadap korban, Senin (11/5/2026).

Dalam rekaman video penangkapan yang beredar, pelaku diringkus saat keluar dari kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (16/5/2026) kemarin.

Saat tiba di Kota Makassar, pelaku dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapat penanganan medis usai kaki kirinya ditembak.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan kronologi awal kejadian, bermula saat pelaku DR membuka lowongan kerja sebagai baby sitter di laman Facebook.

Di saat yang sama, korban yang sedang kuliah di salah satu kampus swasta di Kota Makassar, mencari pekerjaan sampingan.

Korban pun mendaftarkan diri sesuai petunjuk yang disertakan pelaku.

"Korban membaca di Facebook lalu tertarik, disuruh lah datang ke rumah (yang disewa) pelaku ini," kata Arya kepada tribun, Minggu (17/5/2026) pagi.

Saat tiba di rumah tersebut, tepatnya di komplek perumahan komersil Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (9/5/2026), pelaku bergeming.

Ia kata Arya, mengatakan ke korban, bahwa pekerjaan baby sitter yang ditawarkan belum tersedia.

DR pun meminta korban untuk menjadi asisten rumah tangga (ART) lebih dahulu sembari menunggu panggilan sebagai baby sitter.

"Setelah dua hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga, di hari ketiga tiba-tiba pelaku ini masuk ke kamar korban dan mengancam dengan cutter untuk tidak berbicara, tidak berteriak," ungkapnya.

Merasa terancam, korban pun tak berdaya menghadapi aksi rudapaksa pelaku.

"Setelah diperkosa, bukan cuman itu, uangnya juga diambil, motornya juga diambil, handphonenya juga diambil," terang Arya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved