Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Proyek Sungai Tello

Proyek Rp16,8 Miliar Sungai Tello Diprotes, Lukman B Kady Semprot Kontraktor di RDP DPRD Sulsel

RDP Komisi D DPRD Sulsel soal proyek Sungai Tello berlangsung panas. Lukman B Kady menuding adanya intimidasi terhadap warga.

|
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur / Muslimin Emba
RDP DPRD SULSEL -  Anggota Komisi D DPRD Sulsel Lukman B Kady meluapkan keberatan kepada kontraktor proyek tanggul dan jalan inspeksi Sungai Tello saat RDP di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Rabu (7/1/2026). Lukman B Kady menuding adanya intimidasi terhadap warga. 

“Terus apakah sudah ada lahan yang terbayarkan? Kalau ada, apakah status lahan yang terbayarkan itu sama dengan lahan bapak ibu?” lanjutnya.

Menurut Lukman, pertanyaan itu penting karena terdapat perbedaan informasi antara pihak ahli waris dan dinas terkait.

Ia kemudian menyoroti dugaan intimidasi terhadap warga oleh pihak kontraktor.

“Termasuk kekuatan-kekuatan kontraktor dan segalanya ini seolah-olah negara ini punyanya kontraktor,” katanya.

Lukman lalu menegur langsung kontraktor terkait pernyataan dugaan ancaman penimbunan lahan.

“Izin Pak Misdar, tidak boleh bapak intimidasi masyarakat dengan bilang timbun saja dengan lahannya. Kalau neneknya bapak dikasih begitu, mau?” ucap Lukman dengan nada tegas.

Ia meminta kontraktor menarik ucapan tersebut.

“Yang terakhir saya mau bilang, izin bapak-bapak kontraktor, tarikki kata-kata ta kembali itu, ingin menimbun masyarakat pak. Jangan ki punya kekuatan mau menimbun masyarakat,” ujarnya.

Lukman mengaku telah melihat bukti-bukti terkait dugaan intimidasi tersebut.

“Bukti kami sudah lihat pak. Waktu saya terima demo, saya yang lihat itu bukti-buktinya. Rekaman ada, bukti fisik ada,” tegasnya.

Mirdas sempat meminta izin kepada pimpinan sidang untuk membantah tudingan tersebut.

Namun Ketua Komisi D terlebih dahulu mempersilakan Roslina selaku perwakilan ahli waris menyampaikan penjelasan.

Setelah beberapa peserta menyampaikan pendapat, Mirdas akhirnya diberi kesempatan berbicara.

Ia membantah keras tudingan tersebut.

“Saya sampaikan, saya tidak pernah secara pribadi menyampaikan menimbun orang-orang di situ kalau ada bekerja dia tidak pindah,” kata Mirdas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved