Wawancara Khusus
Kisah Prof Adlin Sila Bimbing Mischka Aoki Menembus Jurnal Scopus Dunia
Dalam program Ngobrol Virtual Tribun Timur dengan tema “Profesor Makassar di Balik Suksesnya Mischka Aoki”.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Abdul Azis Alimuddin
Apa peran Pusat Prestasi Nasional dalam mendukung talenta muda berprestasi?
Di kementerian saat itu ada Pusat Prestasi Nasional yang menyediakan beasiswa bagi talenta muda berprestasi di bidang sains, seni budaya, dan olahraga.
Karena keterbatasan anggaran, prioritas diberikan kepada peraih medali, mulai dari emas hingga perunggu.
Selain prestasi, ada beberapa syarat utama, yaitu kemampuan bahasa Inggris dan Letter of Acceptance (LOA) dari kampus tujuan.
Tiga hal ini menjadi kunci bagi talenta muda untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Mischka Aoki termasuk yang memenuhi semua kriteria tersebut.
Namun, beasiswa yang ia peroleh bukan dari pemerintah, melainkan dari luar negeri, berkat prestasinya di berbagai Olimpiade Sains, sehingga memberinya keleluasaan memilih kampus yang diinginkan.
Seberapa besar pengaruh publikasi ilmiah terhadap peluang diterima di kampus top dunia?
Saya tidak membimbing sejak awal, tetapi lebih pada pendampingan penulisan artikel ilmiah agar bisa terbit di jurnal internasional terindeks Scopus.
Ini menjadi nilai tambah penting, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, seperti di Amerika, Eropa, maupun Australia, karena publikasi ilmiah sangat dihargai.
Saya mendampingi dan ikut menulis bersama Mischka Aoki hingga artikelnya berhasil terbit di jurnal internasional.
Hal ini turut memperkuat profil akademiknya, sehingga ia dapat diterima di berbagai perguruan tinggi top dunia seperti Stanford University dan University of Oxford.
Bagaimana politisi perempuan mengatasi hambatan budaya dan sosial?
Penelitian tentang topik ini masih relatif jarang.
Selama ini, kajian yang ada lebih banyak berfokus pada konsep teologi atau penafsiran agama yang mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap peran perempuan di ruang publik, khususnya di bidang politik.
Dalam perspektif gender, isu yang sering muncul adalah soal boleh tidaknya perempuan, terutama istri, berkiprah di ranah publik.