Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wawancara Khusus

Prof Muhaimin: Ekoteologi Harus Masuk Program Pemerintah

Lalu, konsep ekoteologi ini bagaimana kita menghubungkan tiga konsep entitas, yaitu manusia, alam dan tuhan.

dok.tribun
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Muhaimin Latif. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ekoteologi dalam mewujudkan keadilan ekologis menjadi topik utama program Ngobrol Virtual (Ngovi), Minggu (12/4/2026) lalu.

Disiarkan langsung melalui kanal YouTube Tribun Timur.

Edisi kali ini, Tribun Timur menghadirkan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Muhaimin Latif, sebagai narasumber.

Dipandu Ketua Dewas LAPAR Sulsel, Abdul Karim, diskusi hangat dengan pembahasan mendalam seputar ekoteologi dan relevansinya dalam upaya mewujudkan keadilan ekologis.

Jurnalis Tribun Timur, M Jabal Qubais, merangkum perbincangan tersebut dalam bentuk wawancara khusus. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana konsepsi dari Ekoteologi itu sendiri?

Saya kira konsep ekoteologi sangat menarik kami bahas mengingat kerusakan lingkungan yang terjadi baik secara global maupun regional.

Berdasarkan catatan WALHI, kita di Sulawesi Selatan mengalami kerusakan lingkungan, ini bagian dari ketidakberpihakan kita terhadap ekoteologi itu sendiri.

Ekoteologi adalah ilmu yang berbicara soal lingkungan.

Lingkungan tidak hanya secara fisik melainkan ada empat elemen yakni, air, tanah, udara dan api.

Lalu, konsep ekoteologi ini bagaimana kita menghubungkan tiga konsep entitas, yaitu manusia, alam dan tuhan.

Relasi ketiganya adalah substansi dari ekoteologi yang tidak bisa dipisahkan.

Maka kerusakan alam berarti kita (Manusia) mencederai nilai ketuhanan.

Bagaimana menyikapi tantangan lingkungan di lapangan dengan konsep Ekoteologi?

Saya kira berharap pada perspektif kita dalam berteologi dan itu beririsan dengan konsep demokrasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved