Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wawancara Khusus

Golkar Sulsel Cari Ketua Baru, Siapa Paling Layak?

Selain Armin, diskusi ini juga menghadirkan Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Hasrullah sebagai narasumber.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Abdul Azis Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM - Koordinator Steering Committee (SC) Musda XI Partai Golkar Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, menegaskan pentingnya pemahaman kader terhadap sejarah dan doktrin partai.

Militansi dan loyalitas tidak akan tumbuh tanpa fondasi ideologis yang kuat.

Ia menyoroti masih adanya kader beringin menjadi pengurus, namun belum memahami secara utuh sejarah dan jati diri partai.

Disampaikan dalam Podcast Ngobrol Politik Tribun Timur bertema “Golkar Sulsel Cari Ketua Baru, Siapa Paling Layak?”.

Diskusi di Studio Tribun Timur, Jl Cenderawasih, Makassar, Selasa (14/4/2026) malam, dipandu host Tribun Timur, I Luh Devi Sania.

Selain Armin, diskusi ini juga menghadirkan Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Hasrullah sebagai narasumber.

Armin menyatakan salah satu tantangan utama Golkar saat ini adalah masih adanya pengurus yang belum memahami identitas, nilai, dan tujuan perjuangan partai secara menyeluruh.

Baca juga: Golkar Sulsel, Konsolidasi Belum Selesai?

“Ke depan, kita berharap tidak ada lagi pengurus Golkar yang tidak tahu apa itu Golkar. Harus paham sejarah lahirnya, doktrinnya, konsep kekaryaan, hingga tujuan partai. Dari situlah militansi kader bisa tumbuh,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemahaman ideologis merupakan fondasi penting dalam membangun kekuatan organisasi.

Tanpa hal ini, kader akan kesulitan memiliki loyalitas dan daya juang di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif.

Ia mengungkapkan, penguatan kaderisasi menjadi salah satu fokus utama dalam rumusan Musda Golkar Sulsel.

Proses ini akan dijalankan melalui regenerasi sistematis dengan melibatkan organisasi sayap partai, seperti AMPI, AMPG, KPPG, hingga SOKSI.

Seperti apa persiapan Musda Golkar Sulsel?

Armin: Pada prinsipnya, saya sebagai Koordinator SC Musda melihat bahwa Golkar adalah partai yang terbuka dan inklusif.

Berbagai pandangan, termasuk yang disampaikan Pak Hasrullah, menjadi bahan yang kami ramu di SC.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved