Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tawuran Antar Pemuda di Lamasi Dipicu Saling Ejek di Grup WhatsApp, 12 Orang Ditangkap

Polisi mengimbau kepada aparat desa dan warga dari kedua belah pihak agar bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Istimewa
BENTROK PEMUDA - Tangkapan layar video amatir saat dua kelompok pemuda di Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, saling bentrok di jalan, Senin (20/4/2026) malam. Perkelahian ini melibatkan pemuda dari Desa Padang Kalua dan Desa Salujambu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Aksi tawuran antar pemuda terjadi di Dusun Sentral, Desa Wiwitan Timur, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Senin (20/4/2026) sekitar pukul 21.20 Wita malam.

Perkelahian ini melibatkan pemuda dari Desa Padang Kalua dan Desa Salujambu.

Dari rekaman video amatir yang beredar, terlihat puluhan pemuda saling serang di badan jalan.

Satu unit motor dibiarkan terjatuh.

Polisi menyebut, konflik dipicu persoalan sepele berupa saling ejek melalui aplikasi WhatsApp.

Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung, mengatakan personel Polsek Lamasi yang dipimpin Kapolsek AKP Kawaru langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan warga.

“Petugas segera ke TKP untuk membubarkan dan mengamankan situasi. Sejumlah pemuda yang terlibat berhasil diamankan,” ujar Iptu Yakobus Rimpung kepada Tribun-Timur.com, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 14.06 Wita siang.

Kata Yakobus, sebanyak 12 orang diamankan dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: Tawuran Kelompok di Kota Makassar Pecah Lagi: Satu Motor Dibakar, 2 Warga Terkena Busur dan Parang

Mereka masing-masing delapan pemuda dari Desa Padang Kalua dan empat pemuda dari Desa Salujambu.

Mayoritas yang terlibat masih berstatus pelajar dan berusia belasan tahun.

Dari Desa Padang Kalua, polisi mengamankan IP (16), MK (17), F (17), Iksan (16), RF (16), RG (15), RH (18), dan HAR (15).

Sementara dari Desa Salujambu, yakni MA (20), R (18), H (16), dan S (16).

Kata Yakobus, beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, aparat kepolisian tetap melakukan pendataan serta pembinaan terhadap para pemuda yang terlibat.

Yakobus menambahkan, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada aparat desa dan warga dari kedua belah pihak agar bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved