Polisi Dianiaya Senior
Psikolog Soroti Kasus Bripda Pirman Bunuh Junior 'Emosi, Kepribadian, dan Simbol Seragam'
Psikolog UNM Basti Tetteng mengungkapkan, ada tiga faktor diduga penyebab tindak kekerasan kematian Bripda Dirja Pratama
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Ari Maryadi
Ringkasan Berita:
- Kematian Bripda Dirja Pratama diduga karena alami dianiaya oleh Bripda Pirman
- Jasad Bripda DP telah dikebumikan di kampung halamannya, Kabupaten Pinrang
- Psikolog UNM Basti Tetteng menyayangkan terjadinya tindak kekerasan berujung hilangnya nyawa seseorang di tubuh Polda Sulsel
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kasus kekerasan kembali mencoreng institusi kepolisian.
Anggota Direktorat Samapta (Ditsamapta) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) Bripda Dirja Pratama (19) tewas di tangan seniornya Bripda Firman.
Kematian Bripda Dirja Pratama diduga karena alami dianiaya oleh Bripda Pirman.
Beberapa bagian tubuh korban mengalami luka memar.
Jasad Bripda DP telah dikebumikan di kampung halamannya, Kabupaten Pinrang.
Kabupaten Pinrang berjarak 183 kilometer ke arah utara Kota Makassar, Ibu Kota Provinsi Sulsel.
Sedangkan Bripda Firman telah ditetapkan sebagai tersangka.
Peristiwa tragis di internal Korps Bhayangkara ini mendapat sorotan publik.
Apalagi, kematian Bripda DP ini karena tindak kekerasan yang dilakukan oleh seniornya sendiri.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Basti Tetteng menyayangkan terjadinya tindak kekerasan berujung hilangnya nyawa seseorang di tubuh Polda Sulsel.
Ia mengungkapkan, ada tiga faktor diduga penyebab tindak kekerasan terjadi.
Pertama, situasi tertentu dan emosi sesaat.
Ada momen kadang orang di situasi tertentu itu marah, jengkel sehingga meluapkan kemarahannya.
Namun, situasi ini bukan karena dendam lama.
| Nasib 3 Rekan Bripda Pirman Terancam, Diduga Hilangkan Barang Bukti hingga Tak Melapor |
|
|---|
| 3 Polisi Teman Bripda Pirman Disanksi Demosi Buntut Pembunuhan Bripda Dirja |
|
|---|
| Besaran Gaji Bripda Pirman Hilang Setelah Dipecat Tidak Hormat Polda Sulsel |
|
|---|
| Kondisi Terakhir Bripda Pirman: Dikawal Provos, Beri Hormat Terakhir Usai Dipecat |
|
|---|
| Sidang Etik Ungkap Kekejaman Bripda Pirman, Junior Dipukul saat Kepala di Bawah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260223-Basti-Tetteng-UNM.jpg)