Headline Tribun Timur
Janji Hijau di Atas Ancaman Lingkungan
Pagar kawasan PLTSa hanya berjarak sekitar dua meter dari dinding rumah penduduk.
“Ini dapat memperburuk asma, menyebabkan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke,” jelas Prof Anwar Daud.
Prof Anda-sapaanya juga mengingatkan, sampah seringkali mengandung bahan berbahaya seperti baterai, lampu, dan elektronik. Jika tidak dipilah dengan baik, pembakarannya akan melepaskan logam berat.
Seperti merkuri, timbal, dan kadmium ke udara. Logam berat ini dapat merusak sistem saraf, terutama pada anak-anak. Pasca pembakaran, akan tersisa residu berupa abu dasar (bottom ash) dan abu terbang (fly ash).
Fly ash seringkali dikategorikan sebagai limbah karena konsentrasi logam beratnya yang tinggi. Jika tidak dikelola dengan standar B3 yang ketat, abu ini dapat mencemari tanah dan air.
Menurut Prof Anda, lokasi PLTSa di Tamalanrea sangat berisiko bagi keberlangsungan hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Lokasi pembangunan PLTSa berada di kawasan padat penduduk. Bahkan hanya berjarak 2 meter dari rumah warga.
Sementara sesuai aturan, proyek PLTSa minimal berjarak 2 km dari pemukiman warga.
Perwakilan Warga
Oknum warga yang menjadi fasilitator perusahaan justru menunjukkan sikap yang mendukung. Saat ditemui, ia menjelaskan PLTSa tak memberi dampak buruk terhadap masyarakat sekitar.
Ia beralasan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan pihak PLTSa atau PT SUS.
Bahkan ia mengaku pernah diboyong PT SUS ke Tiongkok bersama beberapa orang dari perwakilan Pemerintah Kota Makassar untuk melihat proyek serupa yang telah beroperasi.
“Saya sudah diajak ke China lihat-lihat. Dan aman saya lihat, “ ujarnya, (22/12/2025).
Hasil kunjungan yang difasilitasi PT SUS itu membuat dirinya yakin PLTSa akan memberi dampak baik. Isu pencemaran juga dinilai tak memberi dampak buruk.
“Saya satu harian disana (China), istirahat, kita tidak pernah dengar suara (bising), bau, padahal di tengahnya itu pabrik (PLTSa),” katanya.
Sepulangnya dari studi banding, kedua oknum warga mulai bergerak aktif menyampaikan dukungan terhadap rencana pembangunan PSEL di lingkungan tempat tinggal mereka, dimulai dari keluarga terdekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-02-Headline-Tribun-Timur-Senin-222026.jpg)