Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Provinsi Luwu Raya

Zulkifli Bocorkan Isi Pertemuan DPRD Luwu Raya dengan Wamendagri, Peluang DOB Menguat

Pimpinan DPRD se-Luwu Raya menemui Wamendagri Bima Arya di Jakarta. Wakil Ketua I DPRD Luwu, Zulkifli, membocorkan peluang pembentukan DOB.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/DOK ZULKIFLI
Wakil Ketua I DPRD Luwu Zulkifli (kanan), Ketua DPRD Luwu Utara Husain (kiri), serta Wakil Ketua II DPRD Luwu Andi Mammang menemui Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Pertemuan tersebut membahas usulan pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah. 

Aspek historis juga menjadi bagian penting dalam dialog dengan Wamendagri.

“Kami sampaikan bahwa Provinsi Luwu Raya merupakan janji negara oleh Presiden Soekarno kepada Datu Luwu pascakemerdekaan. Ini bukan sekadar isu administratif, tetapi juga penghormatan terhadap sejarah dan pengorbanan politik Tanah Luwu,” tegas mantan Komisioner KPU Luwu tersebut.

Jenderal Bintang Satu Temui Demonstran

Aliansi Wija to Luwu yang menuntut pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, akhirnya membuka blokade jalan Trans Sulawesi.

Blokade dibuka setelah lima hari ruas jalan Trans Sulawesi ditutup menggunakan batang pohon yang ditebang dan diletakkan di badan jalan.

Pembukaan blokade dilakukan setelah Jenderal Bintang Satu dari Mabes Polri, Direktur Bidang Politik Mabes Polri Brigjen Pol Dwi Suryo Cahyono, turun langsung menemui massa aksi.

Brigjen Pol Dwi Suryo Cahyono merupakan lulusan Akpol 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ia tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 Wita dengan dibonceng sepeda motor untuk menjangkau titik pemalangan.

Saat itu, ia mengenakan pakaian sipil dan dikawal sekitar lima personel.

Pertemuan berlangsung di teras rumah warga setempat.

Brigjen Pol Dwi Suryo Cahyono berdialog langsung dengan Jenderal Lapangan Aliansi Wija to Luwu, Alif Nugraha.

Dialog tersebut turut disaksikan Ketua PB IPMIL Raya Abdul Hafid, Ketua PP IPMIL Luwu Yandi, serta sejumlah tokoh aliansi dan warga sekitar.

Setelah sekitar 30 menit berunding, aliansi sepakat membuka seluruh blokade jalan.

Yandi menegaskan keputusan membuka blokade dilakukan tanpa intervensi pihak mana pun.

“Tanpa ada yang memerintahkan kami, selaku aliansi mahasiswa dan masyarakat, malam ini kami membuka blokade yang selama lima hari ditutup,” ujarnya, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 19.10 Wita.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved