Provinsi Luwu Raya
3 Hari Hasniati Terjebak di Jalan Trans Sulawesi Akibat Demo Pemekaran Luwu Raya
Demo menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya mengakibatkan macet berkepanjangan di jalan Trans Sulawesi sejak, Jumat (23/1/2026).
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Warga juga membuat pondasi di tengah jalan.
Batu besar dipasang berjejer.
Mahasiswa hingga emak-emak ikut membantu mengangkat air, batu, pasir, dan semen.
Setelah membuat pondasi, warga memasang tikar di tengah jalan.
Baca juga: Aksi DOB Luwu Raya-Luwu Tengah Memanas di Walmas, Jalan Trans Sulawesi Diblokade Pohon Tumbang
Tikar itu dijadikan tempat sholat magrib.
Ada juga sejumlah perempuan membawa roti untuk dimakan bersama.
Mereka meminta pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.
Warga, Rizal, mengatakan aksi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat kepada pemerintah pusat.
"Pondasi ini melambangkan dasar perjuangan kami. Kalau daerah lain bisa dimekarkan, kenapa Luwu Raya terus ditunda?” tegasnya.
Warga Nurhayati mengaku ikut membantu karena dampaknya ke masyarakat jika berpisah dari Sulsel.
Mereka merasakan susahnya pelayanan jika Luwu Raya tidak segera dimekarkan.
Aksi serupa juga terjadi di Palopo, Luwu Utara, dan Walenreng Utara.
Puluhan elemen organisasi mahasiswa dan masyarakat menutup badan Jalan Trans Sulawesi dengan menumbangkan satu batang pohon ke tengah jalan.
Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh sementara dan kendaraan tak dapat melintas.
| Setahun Disusun, Naskah Akademik Provinsi Luwu Raya Akhirnya Rampung |
|
|---|
| Ketua Komisi II DPR RI Minta Kajian DOB Luwu Raya Dibuat Lebih Objektif |
|
|---|
| Komisi II DPR RI Kumpul Kepala Daerah Se-Luwu Raya di Rujab Gubernur Sulsel Bahas Pemekaran |
|
|---|
| Pemekaran Luwu Raya, PT Vale Tetap Patuh Aturan dan Jalankan Program Pemberdayaan |
|
|---|
| Dirjen Otda Sebut 370 Draft DOB Menumpuk, Luwu Raya Belum Pasti 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260125-Warga-terjebak-macet.jpg)