Opini Rukman AR Said
Misteri Tangan Kanan dan Tangan Kiri
Tidak ada arti tangan kanantanpa kehadiran tangan kiri” mengajarkan bahwa keseimbangan, kerjasama, dan sinergitas adalah kunci
Oleh: Rukman AR Said
Dosen IAIN Palopo
TRIBUN-TIMUR.COM - Abu al-Hasan al-Tuhami, seorang penyair Mesir, dalam salah satu syairnya mengatakan:
لَا خَيْرَ فِيْ يُمْنَى بِغَيْرِ يَسَار
“Tidak ada kebaikan bagi tangan kanan tanpa tangan kiri.”
Yakni, tidak sempurna potensi dan kebaikan yang bisadilakukan oleh tangan kanan tanpa dukungan tangan kiri.
Ungkapan ini tidak hanya mengingatkan tentang pentingnyakeseimbangan, tetapi juga tentang nilai kerjasama dan sinergitasyang dapat membawa kita kepada tujuan yang lebih besar danlebih mulia.
Allah Swt mengingatkan kita dalam Al-Quran:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalamberbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamukepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”(QS. al-Ma’idah: 2)
Ayat ini mengajarkan bahwa kerjasama dan tolong-menolong adalah inti dari kebajikan.
Dalam konteks ini, tangankanan dan tangan kiri merupakan simbol dari berbagai pihakyang bekerja bersama dan bersinergi untuk mencapai tujuanyang besar.
Ketika saling membantu dan bersinergi, kita tidakhanya memperkuat diri sendiri, tetapi juga memperkuatmasyarakat secara keseluruhan.
Nabi Muhammad saw bersabda:
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta dan kasihsayang serta kelembutan mereka bagaikan satu tubuh. Apabilaada satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh akanmerasa sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut mengingatkan bahwa setiap individu adalahbagian integral dalam komunitas, adalah bagian dari satukesatuan.
Ketika satu bagian menderita, yang lain juga ikutmerasakan dampaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Rukman-AR-Said.jpg)