DPRD Makassar
Kantor DPRD Makassar Terapkan Sistem Pilah Sampah, Wujud Nyata Dukungan Program Wali Kota
Program itu bertujuan guna mendukung target zero waste sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
Ia membandingkan dengan kota lain yang dinilai lebih efisien dalam menangani sampah.
“Satu daerah dengan biaya pengelolaan sampah terbesar, hampir 1 juta per ton. Surabaya itu cuma 600 ribu, sampahnya selesai 99 persen,” katanya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat RT dan RW.
Pasalnya, tingginya biaya belum sebanding dengan hasil pengelolaan yang maksimal.
“Kita 1 juta belum selesai, artinya biaya penanganan sampah ini masih sangat besar,” tegasnya.
Munafri meminta agar sistem pengelolaan sampah dibuat lebih terukur dan terkontrol setiap hari.
Ia menilai, selama ini masih banyak celah dalam pelaksanaan di lapangan.
Menurutnya, peran Camat, Lurah, hingga RT dan RW sangat krusial dalam menghadirkan inovasi di wilayah masing-masing.
Ia mendorong agar setiap kelurahan memiliki program unggulan terkait persampahan.
Salah satu contoh yang ia angkat adalah inisiatif di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya.
Di wilayah tersebut, masyarakat mulai diarahkan untuk mengembangkan konsep kelurahan herbal.
“Seluruh masyarakat diajak menanam tanaman obat dan dikelola bersama,” ungkapnya.(*)
| Masalah Air di Makassar Tak Pernah Tuntas, Ray Suryadi: Persoalan Sudah Berpuluh-puluh Tahun |
|
|---|
| Tri Sulkarnain Ingatkan Pemkot Makassar Tak Tebang Pilih Saat Tertibkan Gudang dalam Kota |
|
|---|
| Rp3 Miliar untuk Dermaga Pulau Lanjukang, DPRD Makassar Ingatkan Prioritas Warga Kepulauan |
|
|---|
| DPRD Makassar Minta WFA Jangan Ganggu Pelayanan Publik |
|
|---|
| Cegah Penimbunan BBM, DPRD Makassar Dorong Pengawasan Ketat SPBU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260505-Andi-Rahmat-Mappatoba.jpg)