DPRD Makassar
Kantor DPRD Makassar Terapkan Sistem Pilah Sampah, Wujud Nyata Dukungan Program Wali Kota
Program itu bertujuan guna mendukung target zero waste sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masalah sampah menjadi perhatian serius di Kota Makassar.
Pemerintah Kota Makassar terus menggencarkan program pemilahan sampah dari sumbernya, baik di tingkat rumah tangga, sekolah, maupun perkantoran.
Program itu bertujuan guna mendukung target zero waste sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.
Sekretariat DPRD Kota Makassar mendukung target zero waste tersebut di lingkup kedewanan.
Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya volume sampah harian di kantor DPRD Makassar.
Pemilahan sampah telah diterapkan di lingkup Sekretariat DPRD.
Namun, dengan adanya peningkatan volume sampah, pihak sekretariat kini tengah merancang ulang fasilitas tempat sampah agar proses pemilahan dapat berjalan lebih optimal.
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, mengatakan sangat sejalan dengan pemerintah kota Makassar untuk menangani masalah persampahan.
“Kami mendukung penuh program Pemerintah Kota Makassar. Saat ini kami sedang merancang ulang sistem tempat sampah agar proses pemilahan benar-benar berjalan efektif,” katanya kepada Tribun Timur di Gedung sementara DPRD Makassar, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: RT/RW Kelurahan Balang Baru Dapat Edukasi Pemilahan Sampah dari Penyuluh Persampahan DLH Makassar
Ia mengaku, pembenahan tidak hanya sebatas penyediaan fasilitas, tetapi juga diharapkan mampu membangun kesadaran seluruh pegawai untuk lebih disiplin dalam memilah sampah.
“Harapannya, sampah di lingkungan kantor DPRD dapat terkelola dengan baik sejak dari sumbernya, sehingga dapat berkontribusi dalam mengurangi beban TPA Tamangapa,” ungkapnya.
Dengan langkah tersebut, kata Andi Rahmat, Sekretariat DPRD Makassar dapat menjadi contoh bagi yang lain dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber, sekaligus mendukung terwujudnya Makassar sebagai kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengingatkan peran Ketua RT dan RW dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di tingkat paling bawah.
Menurut Munafri, program kebersihan kota sangat bergantung pada keterlibatan aktif aparat wilayah.
Munafri menilai biaya pengelolaan sampah di Makassar masih tergolong tinggi.
| Masalah Air di Makassar Tak Pernah Tuntas, Ray Suryadi: Persoalan Sudah Berpuluh-puluh Tahun |
|
|---|
| Tri Sulkarnain Ingatkan Pemkot Makassar Tak Tebang Pilih Saat Tertibkan Gudang dalam Kota |
|
|---|
| Rp3 Miliar untuk Dermaga Pulau Lanjukang, DPRD Makassar Ingatkan Prioritas Warga Kepulauan |
|
|---|
| DPRD Makassar Minta WFA Jangan Ganggu Pelayanan Publik |
|
|---|
| Cegah Penimbunan BBM, DPRD Makassar Dorong Pengawasan Ketat SPBU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260505-Andi-Rahmat-Mappatoba.jpg)