Husniah Talenrang Serukan Gowa Bebas Kawin Anak dan Stunting
Husniah Talenrang mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Majelis Ta’lim, untuk menjadi garda terdepan dalam perubahan sosial.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang terus berupaya dalam menekan angka stunting dan mencegah kawin anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, perkawinan anak dan stunting bukan sekadar angka atau laporan
"Tetapi persoalan mendasar yang menentukan apakah generasi kita ke depan akan kuat atau justru lemah,” ujarnya saat Halal Bihalal dan sosialisasi cegah kawin anak dan stunting dilaksanakan melalui kolaborasi Ikatan Penyuluh Agama RI dan Kelompok Kerja Majelis Ta’lim Kabupaten Gowa di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa, Kamis (9/4/2026).
Ia mengaku saat ini masih ditemui pernikahan dibawah umur di lapangan.
Bahkan hingga menyebabkan kehamilan.
Sehingga dirinya meminta peran aktif KUA untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Masih ada di lapangan yang memang menikah di bawah umur dan sudah hamil. Kami mau KUA bisa ke wilayah terpencil untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya pernikahan dibawah umur karena berpeluang melahirkan anak stunting," tuturnya.
"Jika kita diam, kita ikut bertanggung jawab dan jika kita abai, kita sedang mempertaruhkan masa depan Gowa,” sambungnya.
Baca juga: Siti Husniah Talenrang Tanam Padi Perdana, Dorong Produksi Padi 40 Hektare
Ia menjelaskan, kawin anak tidak hanya merampas masa depan anak.
Tetapi juga berpotensi melahirkan generasi stunting.
Menurutnya, kondisi ini menjadi lingkaran masalah yang harus segera diputus.
“Kawin anak menghentikan pendidikan dan memaksa anak memikul tanggungjawab sebelum waktunya. Bahkan kawin anak membuka pintu lahirnya generasi stunting. Inilah lingkaranharus kita putus sekarang,” tegasnya.
Husniah Talenrang mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Majelis Ta’lim, untuk menjadi garda terdepan dalam perubahan sosial.
Dijelaskannya, perang melawan kawin anak dan stunting bukan hanya tugas pemerintah.
"Ini tugas kita semua. Saya berharap ibu-ibu Majelis Ta’lim tidak hanya hadir, tetapi menjadi penggerak perubahan menyampaikan bahwa menikah harus siap, bukan sekadar cepat, dan anak harus tumbuh sehat, bukan sekadar tumbuh,” kata dia.
| Lima Siswi dalam Video Perundungan di Gowa Diperiksa Polisi |
|
|---|
| Desa Pakatto Gowa Sulsel Masuk 12 Desa Percontohan Nasional, Raih Penghargaan LKPP RI |
|
|---|
| Pimpinan DPRD Gowa Serahkan Surat Pemintaan Klarifikasi ke Bupati |
|
|---|
| 'Kalau Kamu Dengar Voice Note ini, Kemungkinan Aku Gak Ada' |
|
|---|
| Polisi Dalami Penyebab Mahasiswi Unhas Loncat dari Gedung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260409-Husniah-Talenrang-Gowa.jpg)