Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Legislator Ray Suryadi Puji Gebrakan Appi Bangun Jembatan Barombong

Jembatan Barombong memiliki peran penting sebagai penghubung dua daratan di kawasan Tanjung Bunga.

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
JEMBATAN KEMBAR BAROMBONG - Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad. Ray apresiasi pembebasan lahan jembatan barombong. 

Ringkasan Berita:
  • Sekretaris Komisi C DPRD Makassar Ray Suryadi Arsyad mengapresiasi langkah Pemkot Makassar dalam pengembangan Jembatan Kembar Barombong. 
  • Proyek ini diawali dengan pembebasan lahan sekitar 3 hektare yang ditargetkan rampung Juni 2026 sebagai upaya menghadirkan fasilitas transportasi yang lebih baik bagi masyarakat.
  • Jembatan Barombong dinilai memiliki peran vital sebagai penghubung kawasan Tanjung Bunga dan wilayah perbatasan Makassar–Takalar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar pengembangan Jembatan Barombong.

Pemkot Makassar sedang tahap pembebasan lahan pembangunan Jembatan Kembar Barombong.

Lahan dibebaskan sekitar 3 hektar ditarget rampung Juni 2026.

“Kita harus apresiasi dulu Pemerintah Kota Makassar berinisiatif memberikan fasilitas terbaik kepada warga,” katanya kepada Tribun Timur, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, Jembatan Barombong memiliki peran penting sebagai penghubung dua daratan di kawasan Tanjung Bunga.

Baca juga: Desain Diubah Lebih Sederhana, Anggaran Jembatan Barombong Hemat Rp140 Miliar

Selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah penyangga antara Makassar dan Kabupaten Takalar.

Banyak warga memilih bermukim di wilayah perbatasan karena faktor harga hunian yang lebih terjangkau serta akses yang relatif dekat ke pusat Kota Makassar.

“Kita tahu sendiri bahwa keterbatasan dimiliki warga sehingga banyak memilih tinggal di wilayah-wilayah penyangga antara perbatasan Makassar dan Takalar,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya jumlah pengguna setiap tahun, Ray menilai potensi kemacetan di kawasan tersebut semakin tinggi.

Sehingga peningkatan kapasitas dan kualitas infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak.

“Inilah kemudian harus menjadi salah satu fokus kita untuk bisa dilakukan peningkatan fasilitas yang ada,” tambahnya.

Dirinya siap menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan agar proyek tersebut berjalan sesuai rencana dan aturan yang berlaku.

Ray berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat terlibat aktif dalam merealisasikan proyek tersebut, mengingat pentingnya pembangunan ini bagi masyarakat.

Ia pun optimistis, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan Jembatan Barombong tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga berpotensi menjadi ikon baru Kota Makassar di era kepemimpinan Wali Kota Munafri dan Wakil Wali Kota Aliyah.

“Ini adalah salah satu sejarah, kita akan mengukir sebuah sejarah baru di pemerintahan Munafri dan Aliyah untuk kemudian kita membuat itu menjadi sebuah fasilitas baru. Kalau bisa menjadi landmark, apalagi lebih bagus lagi,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved