Women’s Talk NUO-PSGA LP2M UIN Alauddin Dorong Gerakan Perempuan dari Kampus ke Level Global
Women’s Talk NUO-UIN Alauddin dorong gerakan perempuan dari kampus ke level global.
"UIN Alauddin Makassar telah menerapkan emansipasi, hal tersebut terlihat bahwa kampus inilah yang pertama kali menempatkan perempuan sebagai rektor pertama di lingkungan perguruan tinggi di Sulsel,” ujarnya.
Menurut dia, sosok perempuan yang dimaksud adalah Prof. Andi Rasdiana yang pernah memimpin UIN Alauddin Makassar, kemudian diikuti oleh perguruan tinggi lainnya.
Direktur Women’s Program NUO, Andi Tenri Wuleng, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam penyelenggaraan Women’s Talk Series. Ia mengatakan kegiatan tersebut berhasil dilaksanakan melalui kerja sama berbagai dengan PSGA LP2M UIN Alauddin.
"Alhamdulillah berhasil kolaborasi melaksanakan Women’s talk series,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan ini memberikan makna besar bagi penguatan gerakan perempuan ke depan, termasuk bagi perempuan di Sulawesi Selatan dan mahasiswa yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
“Dan alhamdulillah kegiatan ini memberikan makna luar biasa khususnya terhadap gerakan perempuan ke depannya termasuk juga kita sebagai perempuan Sulsel dan adik-adik mahasiswa sangat antusias sehingga diharapkan pula kegiatan ini menjadi pusat pencegahan penanganan kasus kekerasan seksual di ranah kampus, kerja sama ini tentu sustainable karena sama-sama punya agenda besar yakni menumpas dan menyelesaikan berbagai kasus kekerasan seksual di ranah kampus itu sendiri,” katanya.
Alumnus Hubungan Internasional Fakultas Ushuluddin dan Filsafat ini menambahkan, kolaborasi ini diharapkan berkelanjutan karena memiliki tujuan bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Ketua PSGA LP2M UIN Alauddin Makassar, Prof. Djuwariah Ahamad, mengucapkan terima kasih atas ajakan kerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, inti dari kegiatan ini adalah membangun kesadaran masyarakat, khususnya masyarakat kampus.
Menurut dia, perguruan tinggi ingin menggaungkan gerakan melalui PSGA untuk membangun keamanan di lingkungan kampus. “Intinya kita ingin bagaimana masyarakat terutama masyarakat memiliki kesadaran penuh, PT ingin menggaungkan dalam konteks PSGA gerakan membangun keamanan bagi lingkungan kampus,” katanya.
Ia menjelaskan, PSGA telah melaksanakan berbagai kegiatan terkait, termasuk program zero tolerance terhadap kekerasan seksual pada tahun sebelumnya.
"PSGA sudah banyak kegiatan, sekaitan kegiatan ini tahun lalu PSGA mengadakan kegiatan zero tolerance KS, intinya menciptakan kampus dari ruang kekerasan seksual,” ujarnya.
Ia berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat berguna dalam membangun kesadaran, khususnya dalam peran perguruan tinggi sesuai tema kegiatan.
Harapan kami materinya berguna membangun kesadaran bagaimana PT sesuai tema membentuk perempuan lokal ke global,” katanya.
Dalam materinya, Prof. Dr. Ir. Hj. A. Majdah M. Zain, M.Si. menyoroti besarnya populasi perempuan di Indonesia yang belum sepenuhnya diiringi dengan kontribusi optimal dalam berbagai sektor kehidupan.
| Prof. Dr. H. Iskandar Idy |
|
|---|
| Wahyuddin Halim dan 2 Dosen Ushuluddin Tolak Karangan Bunga saat Pengukuhan Guru Besar UIN Alauddin |
|
|---|
| Bukan hanya Faisal Amir: Ternyata Ada Dua Tokoh Sulsel Peluang Gantikan Hery Susanto di Ombudsman |
|
|---|
| Kunjungi Tribun Timur, 30 Mahasiswa UIN Alauddin Dibekali Cara Menentukan Berita Layak Tayang |
|
|---|
| UIN Alauddin Jadi Tuan Rumah KINMU V 2026, Hadirkan Beragam Cabang Lomba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/womens-talk-uinam.jpg)