Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Profil Ahmad Anshari, Dosen Muda UIN Alauddin Makassar Reviewer Jurnal Internasional Scopus Q1

Bagi dosen kelahiran Bima, 12 Desember 1994 itu, penunjukan sebagai reviewer menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

Tayang:
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
DOSEN UIN - Ahmad Anshari Dosen muda UIN Alauddin Makassar dipercaya sebagai reviewer jurnal internasional scopus Q1. Anshari merasa bangga dapat dipercaya dalam reviewer jurnal internasional, Senin (25/5/2026) 

TRIBUN-GOWA.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi muda dari UIN Alauddin Makassar.

Dosen muda kampus tersebut, Ahmad Anshari, dipercaya menjadi reviewer jurnal internasional bereputasi, The International Review of Research in Open and Distributed Learning (IRRODL), yang terindeks Scopus Q1 di bidang pendidikan dan e-learning.

Penunjukan itu menjadi pengakuan atas kapasitas akademik Ahmad Anshari di tingkat global.

Ahmad mengaku kesempatan menjadi reviewer jurnal internasional tidak datang secara instan. Menurutnya, kepercayaan tersebut lahir dari konsistensinya dalam publikasi ilmiah serta keterlibatan di berbagai forum akademik internasional.

“Kepercayaan ini berawal dari rekam jejak publikasi ilmiah yang konsisten serta keterlibatan dalam beberapa forum akademik internasional,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, profil akademik dan aktivitasnya sebagai penulis maupun peneliti yang tercantum dalam ORCID ID turut menjadi pertimbangan Editor in Chief IRRODL untuk memberikan undangan resmi sebagai reviewer.

“Jurnal yang saya review bernama The International Review of Research in Open and Distributed Learning atau IRRODL. Jurnal tersebut terindeks Scopus Q1 dan bergerak di bidang education dan e-learning,” jelasnya.

Bagi dosen kelahiran Bima, 12 Desember 1994 itu, penunjukan sebagai reviewer menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Tentu menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Di satu sisi ini bentuk apresiasi terhadap kompetensi akademik, namun di sisi lain juga menjadi amanah besar karena harus menjaga kualitas penilaian terhadap karya ilmiah orang lain,” katanya.

Di balik capaian tersebut, Ahmad mengaku terdapat tantangan besar, terutama dalam menjaga objektivitas saat melakukan penilaian karya ilmiah.

“Selain itu memastikan setiap artikel benar-benar memenuhi standar ilmiah internasional, baik dari segi metodologi, novelty, maupun kontribusi keilmuan,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, penunjukan dirinya sebagai reviewer jurnal internasional membuktikan akademisi daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat global.

“Ini menjadi bukti akademisi dari daerah, khususnya UIN Alauddin Makassar, memiliki kapasitas dan kompetensi yang mampu bersaing secara global apabila didukung kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi yang baik,” ujarnya.

Sebagai reviewer IRRODL, Ahmad memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah. Ia harus mengevaluasi berbagai aspek penelitian sebelum artikel dipublikasikan.

“Tanggung jawab utama reviewer di IRRODL meliputi penilaian terhadap kejelasan dan organisasi tulisan, signifikansi masalah, relevansi terhadap bidang keilmuan, kontribusi orisinal, kerangka teoretis, integrasi literatur, desain penelitian, interpretasi, argumentasi, analisis, hingga memberikan masukan konstruktif kepada penulis,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved