Mapalasta UIN Alauddin Makassar Berkontribusi dalam Riset Nasional Restorasi Kawasan Bawakaraeng
Penelitian POSTCHE-GBB di kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulsel, 11-19 April 2026.
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Sakinah Sudin
Ringkasan Berita:
- Mapalasta UIN Alauddin ikut riset nasional POSTCHE-GBB di Gunung Bulu Bawakaraeng, Gowa, 11-19 April 2026.
- Riset mengkaji geomorfologi, ekologi, aktivitas manusia, dan ekoteologi di kawasan gunung.
- Hasil penelitian menjadi dasar penyusunan model restorasi dan pelestarian kawasan secara berkelanjutan.
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Mahasiswa Pecinta Alam Sultan Alauddin (Mapalasta) UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ikut serta dalam riset kolaboratif nasional bertajuk Post-Complex Humanitarian Emergency Gunung Bulu Bawakaraeng (POSTCHE-GBB).
Mapalasta merupakan organisasi pecinta alam berbasis Islam yang berdiri sejak 1993 di lingkungan IAIN Alauddin Makassar sebelum bertransformasi menjadi UIN Alauddin Makassar.
Selain bergerak di bidang kepencintaalaman dan lingkungan, organisasi tersebut juga menjadi wadah pengembangan kemampuan akademik, keilmuan, serta pengabdian mahasiswa dalam isu sosial, kemanusiaan, dan pelestarian lingkungan.
Penelitian POSTCHE-GBB di kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulsel, 11-19 April 2026.
Program penelitian dipimpin Dosen Fakultas Syariah IAIN Kendari, Dr Andi Yaqub MHI, dengan melibatkan 22 peneliti lintas disiplin dari berbagai lembaga.
Lembaga itu diantaranya IAIN Kendari, IAIN Bone, Yayasan Bumi Toala Indonesia, FISS, dan Mapalasta UIN Alauddin Makassar.
Penelitian didukung pendanaan dari Kementerian Agama RI dan LPDP Kementerian Keuangan RI melalui skema Mora Air Funds LPDP 2025–2027.
Observasi dan validasi data lapangan di kawasan inti Gunung Bulu Bawakaraeng pada ketinggian 1.752 hingga 2.830 meter di atas permukaan laut.
Riset difokuskan pada empat aspek utama, yakni geomorfologi, ekologi, aktivitas artifisial manusia, dan ekoteologi.
Ketua Tim Riset Dr Andi Yaqub mengatakan, penelitian untuk memetakan kondisi aktual kawasan sekaligus memahami hubungan masyarakat dengan lingkungan pegunungan dari sisi ekologis dan spiritual.
“Pada aspek geomorfologi, tim memvalidasi kondisi batuan, retakan lereng, hingga potensi longsor sebagai bagian dari rekam jejak kebencanaan kawasan,” kata Andi Yaqub dalam keterangan resminya kepada Tribun-Timur.com, Rabu (3/6/026).
Selain kajian geomorfologi, tim juga mendata kondisi vegetasi, sumber mata air, keberadaan spesies yang masih bertahan, hingga aktivitas manusia seperti pembangunan jalur pendakian dan jejak sampah di kawasan gunung.
Dalam kegiatan tersebut, Mapalasta UIN Alauddin Makassar turut terlibat dalam proses observasi dan pengumpulan data lapangan bersama tim peneliti lainnya.
“Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung kajian lingkungan dan kemanusiaan di kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260603-Mapalasta-UIN-Alauddin-Makassar-Ambil-Bagian-dalam-Riset-Nasional-Bulu-Bawakaraeng.jpg)