Pengamat Adi Culla: Belajar Jarak Jauh Tanpa Kontrol Bisa Jadi Bumerang Pendidikan
Adi Suryadi Culla menegaskan keberhasilan PJJ sangat bergantung pada kemampuan adaptasi para dosen
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Ari Maryadi
Karena itu, ia mendorong pemerintah dan institusi pendidikan untuk menyusun sistem pengawasan dan evaluasi yang lebih terstruktur.
Dengan demikian, implementasi PJJ dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan mutu pendidikan.
Menurut Adi, teknologi dalam pendidikan seharusnya diposisikan sebagai alat bantu, bukan tujuan utama.
Kualitas pembelajaran tetap ditentukan oleh metode, interaksi, serta kemampuan dosen dalam mengelola proses belajar.
“Teknologi itu hanya medium. Yang menentukan tetap bagaimana proses pembelajaran itu dirancang dan dijalankan,” ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara efisiensi dan kualitas dalam kebijakan pendidikan.
Jangan sampai dorongan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi justru mengorbankan esensi utama pendidikan itu sendiri.
“Jangan sampai PJJ ini jadi bumerang. Tujuannya efisiensi, tapi malah menurunkan mutu pendidikan kita,” pungkasnya.
Dokumentasi: Tribun Timur
| Camaba Unhas Wajib Punya Asuransi Kesehatan Aktif |
|
|---|
| Prof Aminuddin Ilmar Bongkar Permasalahan Good Governance dalam Bukunya |
|
|---|
| Ulas Buku Kepemerintahan yang Baik, Sekda Sulsel: Prosedur Jangan Jadi Tembok Bagi Rakyat |
|
|---|
| Andi Lukman Irwan: Buku Terbaru Prof Aminuddin Ilmar Tawarkan Konsep Neo-Debirokratisasi |
|
|---|
| Daftar Lengkap Berkas Pendaftaran Ulang di Unhas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260408-Adi-Culla-4.jpg)